Kamis, 28 April 2011
a letter for my beloved friends
wah, kangen teman2. wooiii, meind freundin...!! gimana kabarnya disana. miss you all like crazy nih disini (lebay)
hehehe,
sepertinya aura-aura ke'SMA'annya sudah mulai pudar. udah dewasa semua. you are starting looks like a women now.sepertinya semuanya baik2 aja. sehat juga keliahatannya (dari fotonya)
beberapa bulan lagi udah semester 5 yah? udah tua yah kita, udah menginjak kepala dua lagi.
i really can see ur truly self, now.
you all have a different colour. different type of women but those all are really beautifull in your own ways.
sukses terus yah, aku percaya kalian akan selalu bisa memberikan yang terbaik untuk diri sendiri, dan sesama. i'll always support and watching you (hiiiii, a bit scary, isn't it?) hahaha, maksudnya i'll always be here for you even we can't always meet everyday like before.
terima kasih atas bantuannya selama ini, terima kasih untuk semua dukungan, dan kesabarannya dalam menghadapi keusilaan dan kelemotan saya.
semoga Allah swt senantiasa melimpahkan kebaikan, dan karunia-Nya untuk para gadis cantik yang saya sayangi ini
saranghaeYo uri chingu!
sukses terus yah
Senin, 11 April 2011
Banyak tahu atau tahu banyak??
apa bedanya 'banyak tahu' dengan 'tahu banyak'??
terdiri dari dua suku kata yang sama namun hanya dengan perbedaan letak saja sudah menghasilkan makna yang jauh berbeda.
hmmmm....,
yang paling baik yang mana??
kita simak jawaban berikut ini, survey membuktikan....... (berasa pembawa acara kuis)
Accourding the sources i know,
banyak tahu itu berarti seseorang banyak mengetahui berbagai hal, tapi sekedar tahu aja, gak mendalam, tidak mengetahui hal itu sampai mendetail.
banyak tahu itu berarti seseorang banyak mengetahui berbagai hal, tapi sekedar tahu aja, gak mendalam, tidak mengetahui hal itu sampai mendetail.
contoh orang yang banyak tahu :
A: Eh, tadi aq liat si X ngambil mangganya pak Y lho
B: hah? masa? kemaren katamu si X punya buah mangga banyak yah di simpen dirumahnya?
A: iyaa, hmmm..., apa mangga yang dirumahnya kemaren juga dari pohon mangganya pak Y yah?? waaah..., bahaya nih
B: jadi si X nyuri mangga gitu?
A: bisa jadi....,
C: heeeiiiy..., jangan su'udzon dulu, kemaren aku denger si X emang nyimpen mangga banyak di rumah. dan mangga itu emang beneran punya pak Y, tapi temen kita si X bukan nyuri tuh mangga, tapi emang dia disuruh pak Y buat ngambilin mangganya beliau.
A: ngapain pak Y nyuruh si X ngambilin mangganya? baik hati banget.
C: dengerin dulu, pak Y itu mau bikin bisnis manisan mangga, nah kebetulan ibunya si X kan jago bikin manisan mangga se-antero kampung tuh, makanya diajak kerjasama sama beliau, gituu...
B: ooouuh, iya sih aku pernah denger langsung dari pak Y kalau beliau emang bercita-cita jadi intrepreneur, sejak mahasiswa malah pengennya, tapi beliau masih bingung bisnis apa yang sekiranya cocok dijalankan di daerah sekitar sini.
A: oooohh..., gitu yah? hehehe
Dari cuplikan dialog diatas bisa diambil analoginya.
Si A adalah contoh orang yang banyak tahu. Dia tahu klo hari ini si X ngambil mangga di pohonnya pak Y, dia tahu kalo di rumahnya X terdapat banyak buah mangga (entah gimana caranya bisa dapat info sebanyak itu) tapi dia gak tahu banyak, alias gak tahu secara detail tentang kejadian yang sebenarnya.
Si A adalah contoh orang yang banyak tahu. Dia tahu klo hari ini si X ngambil mangga di pohonnya pak Y, dia tahu kalo di rumahnya X terdapat banyak buah mangga (entah gimana caranya bisa dapat info sebanyak itu) tapi dia gak tahu banyak, alias gak tahu secara detail tentang kejadian yang sebenarnya.
Bahayanya kalau modal hanya ke’banyak tahu’an ini menimbulkan kesalah pahaman, atau bahkan fitnah (na’udzubillah). Contohnya si A yang hampir aja menuduh si X pencuri, apa jadinya klo si A akhirnya melaporkan si X ke polisi? Bisnis manisan terganggu, hubungan baik antara si A dan si X pun rusak.
What about Tahu banyak?
Tahu banyak berarti, dia tidak selalu tahu banyak hal namun ketika dia mengetahuinya, dia bener-bener paham dan mengerti tentang hal itu. Dalam hal ini contohnya si B. Meskipun dia gak tahu permasalahan yang menimpa si X, tapi dia tahu, ketika perbincangan berlanjut tentang topik keinginan dan cita-cita pak Y. Bahkan sejak kapan keinginan itu bermula.
Jadi Which one would be the best?
Jawabannya: kayak si C, dia banyak tahu, tapi juga tahu banyak.(hehe)
Gak cukup banyak tahu, karena klo gag berhati-hati menyampaikan informasi, bisa menimbulkan informasi yang keliru yang bisa merugikan orang lain
Gak cukup tahu banyak, karena menjadi ahli dalam suatu hal kalo gag di bagi dan minta bagian dari ahli lainnya (baca: saling berbagi) juga gak akan bisa menciptakan perubahan ke arah yang lebih baik.
wallahu 'alam (karena saya merasa gak tahu banyak and gak banyak tahu)
نَضَّرَ اللهُ امْرَءًا سَمِعَ مِنَّا شَيْئًا فَبَلَّغَهُ كَمَا سَمِعَهُ، فَرُبَّ مُبَلَّغٌ أَوْعَى مِنْ سَامِعٍ
"Semoga Allah memuliakan seseorang yang mendengar sesuatu dari kami lalu dia menyampaikannya (kepada yang lain) sebagaimana yang dia dengar, maka kadang-kadang orang yang disampaikan ilmu lebih memahami daripada orang yang mendengarnya." (HR. At-Tirmidziy no.2659 dan isnadnya shahih, lihat Jaami'ul Ushuul 8/18)
Minggu, 20 Maret 2011
Hidup adalah Pemberian
“Hidup adalah mutlak sebuah PEMBERIAN, Maka siapa-siapa yang enggan untuk memberikan atas apa yang mereka ‘punya’ maka hakikatnya mereka tidak memiliki kehidupan”
Kalimat diatas saya kutip dari slide motivator yang mengisi di suatu acara dikampus saya.
“coba sebutkan bagian mana dari tubuh ataupun hidup anda ini yang bukan merupakan suatu pemberian?” tanyanya kala itu. <span class="fullpost">
Tidak ada yang bisa menjawab karena memang tidak ada bagian dari hidup anda, saya ataupun kita semua yang bukan merupakan suatu pemberian. Baju, pemberian orang tua, kalaupun beli sendiri, pasti uangnya dari orang tua (ngledek maksudnya?) weeeits....., bukan saudara-saudara. Maksud saya, kalaupun kita sudah berpenghasilan sendiripun anda pasti setuju jika saya katakan bahwa keberhasilan anda saat ini tak luput dari jerih payah orang tua anda yang senantiasa MEMBERIKAN segala jerih payah usaha dan kasih sayangnya pada kita (yah kan?.....yah kan.....?).
Yang itu baru dari orang tua, belum lagi dari yang lain-lainnya. Apalagi kalau yang kita bicarakan adalah pemberian sang maha Pemberi, Allah azza wa jalla. Beeiih...., Orang tua kita adalah satu PEMBERIAN Allah untuk kita. Ditambah jasad, nafas, ruh, De Es Be.
Hiks...,hiks...., hiks....(feeling really bad after realise it)
Saya jadi berpikir, apa yang sudah saya berikan selama hidup saya kepada orang lain. Memberi pekerjaan atau tepatnya nambah pekerjaan teman-teman saya sih iya, memberi kesulitan.., heeeeh....., jangan deh jangan sampe. Na’udzubillah.
‘Berusaha’, ‘berjuang’ atau ‘semangat’ kayaknya kata-kata ini sering sekali terucap dari diri saya. Tapi pada kenyataannya saya takut belum benar-benar ‘berusaha’, belum bener-bener ’berjuang’, ataupun belum sepenuhnya ’semangat’ untuk melakukan segala amanah dan tugas saya. Saya masih merasa jalan di tempat.
Setelah banyak sekali PEMBERIAN yang saya terima, ternyata saya masih belum bisa memberikan apa-apa pada semua.
Ckckckckckckck, mengecewakan.
Impian saya banyak sekali, berarti bnyak pula hal yang harus saya lakukan. Tetap berjuang untuk memberi lebih banyak, agar bisa menjadi manusia yang memiliki hakikat kehidupan (^__^), karena hidup adalah sebuah pemberian, maka mari berfastabiqul khoirot dengan memberi sebanyak-banyaknya kebaikan untuk lingkungan kita
Hiduplah untuk memberi sebanyak-banyaknya, bukan untuk menerima sebanyak-banyaknya
(Laskar pelangi: Andrea hirata) </span>
Jumat, 14 Januari 2011
Looking at the Past
I’ve try looking back to the past, and how surprise I am seeing what have happened to me in this several years.
life’s like puzzle, we’ll never know what will happened at the the end because its to abstract to be predicted. But, we will understand it rules when pieces of it will completed one by one^^
masih topik yang sama, masih topic yang selalu menjadi perhatian saya (hehe). Hari ini saya ‘berkunjung’ ke beberapa Facebook teman-teman lama saya, dan banyak sekali cerita yang saya temukan disana.
Teman-teman yang dulu selalu disekeliling saya, tidak terpisahkan, selalu se-iya se-kata dengan saya, ternyata bisa berubah menjadi bermacam-macam sosok yang amat sangat berbeda. Meskipun ketika bertemu mungkin obrolan kami masih tetep dengan topic yang sama yaitu hal-hal favorit kita dulu, tapi ketika kami kembali ke komunitas baru masing-masing, maka semua akan kembali menjadi sosok baru yang tidak saya kenal. Ups! It doesn’t mean that I hate it. Surely not! Bukan itu maksud saya. Sungguh ketika melihat kawan-kawan yang bisa menjadi lebih hebat, keren, dan sukses dibanding dulu saya jadi takjub. Bahagia sekaligus iri. Kenapa saya tidak bisa seperti itu?
Hmmmmm, sepertinya usaha saya perlu dimaksimalkan lagi. Sepertinya saya terlalu banyak main-main disini (hwahahaha).
Tapi disisi lain, ada juga yang punya cerita berbeda, lingkungan yang baru sepertinya semakin membuatnya terlena (jiiiiaaaaah…… bahasanya kayak lagu dangdut). Semakin sibuk dengan hal-hal yang seharusnya bisa dibatasi waktunya.
Kalau dipikir, biasa juga, kan anak muda, kapan lagi kalo gag sekarang have fun-nya ntar pas udah kerja, sibuk ngurusin kerjaan, blom lagi nanti kalo udah married, trus punya anak dan bla bla bla………
Hmmmmmm, bisa juga dipikir kayak gitu sih, memperbanyak hal-hal menyenangkan untuk dikenang di hari nanti. Tapi…….., kalau yang diperbanyak adalah hal-hal yang luar biasa and membanggakan, deretan prestasi dan sepak terjang kita (sampai Irfan bachdim aja kalah terjangannya, apaan sih?) pasti jadinya lebih indah kalo dikenang.
Mumpung masih muda dhek……..,
Hehe, jadi inget pesen dari kakak senior saya (btw, kata-kata mbak akhir-akhir ini lagi jadi tren lho,hoho),
tapi emang bener juga sodara-sodara, mumpung still young (sok nginggris biar beda dikit), mumpung fisik masih prima, pikiran masih jernih kaya air, kapan lagi kalo gag sekarang coba. Bukankah kita nanti juga akan ditanya, dipergunakan untuk apa masa muda kita?
‘Dan orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tidak berguna’ [Al-Mu’minun:3]
‘Mereka itulah yang akan mewarisi, (yakni)yang akan mewarisi (surga) Firdaus. Mereka kekal di dalamnya’ [Al-Mu’minun:10-11]
(menengok keatas……..) !!!!! clegug…….., waaaaah, saya gak menyangka tulisan diatas adalah hasil ketikan tangan saya, hehe. Sepertinya sayapun juga berubah. But the question is…., apa saya berubah menjadi lebih baik, atau lebih buruk? Atau ternyata masih jalan ditempat? Hmmmmmm…., I don’t know either. Doakan yang terbaik untuk saya yah^^
Yang jelas, saya merasa untuk sekarang ini, masih banyak hal yang harus saya perbaiki. Saya sangat tidak puas dengan kapasitas diri saya yang sekarang (weeeeiiiiissssss…….). Impian saya masih jauh di atas kepala saya, sedikit demi sedikit saya akan mencoba menggapainya. Semoga rencana Allah senada dengan harapan saya. Tapi kalaupun enggak, saya percaya bahwa Allah adalah sebaik-baiknya pembuat rencana (semangat!!!)
NB: BTW mengenai sering terlena dengan hal-hal yang tidak berguna, saya juga masih sering terjerat dengan masalah itu. Setiap orang pasti punya hal-hal yang disukainya masing-masing dan itulah yang sering menjadi cobaannya. Nah, sekarang saya juga sedang mencoba untuk lebih membatasi dan memanage waktu nih. Sekarang ato gak selamanya, Now or Never.
Langganan:
Postingan (Atom)
