Tampilkan postingan dengan label around us. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label around us. Tampilkan semua postingan

Kamis, 28 September 2017

Hakikat bahagia

Bahagia adalah dalam pandangan diri merasa terendah, dalam penilaian orang lain dianggap tengah-tengah, dalam pandangan Allah menjadi paling mulia.

Bahagia adalah ditutupinya aib kita, diampuni dosa-dosa, dan dijadikan lebih baik pribadi ini dari semua kemuliaan yang disematkan manusia.

Bahagia adalah masa lalumu tak membelenggu, masa depanmu tak menghantui, masa kinimu terisi puncak karya yang kau bisa.

Bahagia adalah Allah menjadi mata yang kau pakai melihat, telinga yang kau gunakan untuk mendengar, tangan untukmu bertindak, dan kaki untukmu melangkah.

Bahagia adalah saat prasangka tak mengalahkan akhlakmu, saat kebencian tak melunturkan adilmu, saat dendam tenggelam dalam maafmu.

Bahagia adalah karunia lapang hati menerima yang tak terubah, keberanian bertindak atas ia yang bisa diubah, dan kebijaksanaan tuk membedakan keduanya.

Bahagia adalah tak usah banyak bercerita tentang diri kita; sebab yang mencinta tak memerlukannya dan yang benci takkan percaya. Cukup penilaian-Nya saja.

Bahagia adalah kebersamaan dan cinta pada orang mulia; ia mengantarkan kita ke kedudukan yang tak bisa dicapai amal pribadi. Sebab Nabi bersabda, "kau kan bersama dengan yang kau cinta"

Bahagia adalah menjadi kepompong, bersunyi dalam tafakkur yang menerangi hati, berdiri malam-malam, bersujud dalam-dalam, berkarya dalam diam.

Bahagia adalah akhirnya menjadi kupu-kupu sempurna; terbang menari,  melantunkan kebaikan diantara bunga, menyesap manis cinta, menebar keindahan pada dunia

-salim a. Fillah-

Kamis, 23 Februari 2017

Pentingnya Kemandirian Ekonomi Seorang Muslim

Oleh: Ustadz Dr. Ahmad Djalaluddin, Lc. MA.
Said bin Musayyib –rahimahullah- berpendapat bahwa cinta harta itu baik. Bukan semata ‘cinta harta’ yang menjadi ukuran kebaikan. Tapi, kebaikan cinta harta ada pada implikasinya._ Bagi Sayyidu al Tabi`iin yang bergelar ‘alim ahli al madinati itu, cinta harta menjadi baik karena dalam harta ada ibadah, amanah, kehormatan, dan kemandirian.
Kemandirian harta (baca: ekonomi) menjadi perhatian khusus Rasulullah –shallallahu `alaihi wa sallama. Nabi mendorong individu agar mandiri, yang dimulai dari pemanfaatan sumberdaya pribadi, meskipun kecil dan sederhana.
Dikisahkan, seorang sahabat Anshar meminta bantuan Rasulullah, tapi tidak diberi. Oleh Nabi, si sahabat diajak berfikir: sumberdaya apa yang dimiliki?Ia pun menyebutkan beberapa perabot rumah tangga yang sederhana.
Rasulullah menyuruh mengambil perabot-perabot itu dan membantu menjual secara lelang. Setelah terjual dengan harga 2 dirham, Rasulullah mengarahkan agar uang itu digunakan untuk konsumsi keluarga (1 dirham) dan membeli kapak (1 dirham).
Setelah kapak terbeli, Rasulullah berpesan: “Dengan kapak ini carilah kayu, dan jangan menemuiku kecuali setelah 15 hari”. Setelah 15 hari bekerja mencari kayu, si sahabat melaporkan bahwa ia memperoleh 10 dirham.
Nabi pun menanggapi: “Bekerja mencari kayu lebih baik dari pada meminta-minta yang menyebabkan noda hitam di wajah kelak pada hari kiamat”. (HR. Abu Daud).
Dan diriwayat Imam Bukhari disebutkan respon Nabi: “Meskipun hanya bekerja mencari kayu, yang demikian lebih baik daripada bergantung pada orang lain.”
Abdurrahman bin Auf  lebih memilih modal sendiri meskipun kecil, hanya 4 dirham (sekitar Rp. 280.000), meskipun mendapat tawaran hibah dari Saad bin Rabi`.
Rasulullah –shallallahu `alaihi wa sallama- juga mendorong umat agar mandiri. Beliau mendorong Usman bin Affan mengambil alih sumberdaya alam (air) yang dikuasai Yahudi.
Dan Rasulullah juga memilih lokasi strategis sebagai pasar mandiri yang dimiliki umat Islam.
Mandiri ekonomi penting bagi individu, organisasi, bahkan umat.
Menurut Qardhawi dalam Malamih al Mujtama` al Muslim, umat yang mandiri ekonomi akan memiliki izzah. Tidak mudah didekte oleh bangsa lain, bebas menentukan arah dan masa depannya. Berbeda bila umat bergantung pada negara lain, sangat rentan hidup dalam bayang-bayang bahkan tidak bebas menentukan arah hidupnya.
Demikian pula dengan organisasi, ormas atau orpol. Ormas/orpol yang mandiri ekonomi akan memiliki izzah. Tidak mudah didekte pihak lain dan akan lebih efektif membina umat serta dalam menunaikan fungsi hisbah, yang menjadi esensi keberadaan ormas/orpol.
Individu yang mandiri ekonomi juga akan memiliki izzah, sebagaimana pesan Nabi Muhammad –shallallahu `alaihi wa sallama- kepada Sa`ad bin Abi Waqqash –radliyallahu `anhu,
“Seandainya engkau tinggalkan keturunanmu berkecukupan (mandiri ekonomi), maka lebih baik daripada kekurangan dan bergantung pada orang lain.” (HR. Bukhari)
Wallahu a`lam bisshawab
Malang, 7 Rabiul Awal 1438H.
Silahkan disebarkan channel Telegram ini, semoga bermanfaat dan menjadi amal jariyah kita. Aamiin,

Sabtu, 07 Januari 2017

Istimewanya Pemuda

Para pemuda selalu mempesona.
Lihatlah mereka, tidurpun membawa perubahan, apalagi terjaga. 
Para pemuda kahfi memilih kabur dari kampung halaman untuk menyelamatkan keimanan, akhirnya ditidurkan selama beratus tahun kemudian. Dan hal ini jadi pelajaran kelak, betapa hari kebangkitan bukan bualan semata).

Muda identik dengan "hijau". Masih hijau artinya masih bertumbuh, berkembang. Sementara yang matang berarti akan segera membusuk.

Muda identik dengan 'tidak berpengalaman'. TAPI,  jika 'berpengalaman' berarti mengatasi masalah baru dengan cara lama, itu berbahaya!.

Muda identik dengan kebersamaan dalam keprihatinan, solidaritas. 
Kadang kita sulit bersatu saat telah banyak ber'punya', luas berdaya. Hingga tiap hubungan yang dijalin menuntut adanya keuntungan dari masing-masing

Muda identik dengan kejelasan sikap. 
Hitam dan putih, ya atau tidak. Tidak ada jalan ketiga. Ini hal yang tepat untuk utusan aqidah.

Muda identik dengan gejolak. Titik temu dari semua gejolak ini akan jadi sebuah terobosan. Di situlah masa depan, melampau apa yang dicapai oleh pendalaman bidang.

Muda identik dengan pesona dan ketangguhan fisik. Dua hal inilah yang akan membantu sebuah ide perubahan tampil menarik, segar dan cantik.

Muda identik dengan ketergesaan, inginnya sekilas langsung terwujud. Maka ia disabarkan, 'tidurkan gelora' sembari dengan mempersiapkan perangkat.

Muda identik dengan ketergodaan dan gelimang nikmat. Maka, mereka yang memilih jalan sunyi untuk berjuang, sudah pasti istimewa.

Muda juga identik dengan sedikitnya beban sejarah. Maka mereka lebih merdeka dalam bersikap, sebab tak terbelenggu oleh rekam jejak masa lalu.

Muda identik dengan mempertanyakan. Nah, kecerdasan memang disitulah letaknya, bukan dalam jawaban. Sungguh, satu pertanyaan bermutu dapat membuka jawaban beribu-ribu


*from: menyimak kicau merajut makna by Salim A. Fillah (dengan sedikit editan dari saya)


Streaming youtube sembari mendengarkan ceramah asik dari ustadz Salim. Very recommended to watch!  Apalagi kalau kamu pemuda 😊

Rabu, 28 Desember 2016

Tentang Fatwa MUI (Majelis Ulama Indonesia)

This article is so true! I really need to repost this. And please kindly read it with an open minded heart :)

. . .

Ada tidak ya, orang yang tidak pernah kuliah di fakultas kedokteran, tidak pernah belajar ilmu kedokteran sama sekali, lalu tiba-tiba datang ke rumah sakit, ketemu sama dokter bedah yang telah kuliah ilmu kedokteran sekian tahun dan jadi dokter puluhan tahun, lalu dia mengkritik dan membully dokter itu, "Dok, bukan begitu cara menangani pasien. Dok, bukan itu obatnya. Dok, jangan sembarangan ngasih resep obat.."

Ada tidak ya? Saya rasa tidak ada kecuali orang itu terkena gangguan mental.

Nah lucunya, banyak orang Islam yang nyinyir dan rewel mengkritik fatwa MUI, termasuk terkait larangan muslim menggunakan atribut natal. Mereka muslim tapi pada gerah dengan fatwa ini. Mulai dari kalangan politisi hingga netizen kurang kerjaan spesialis bully dan caci maki di medsos.

Padahal..
Ilmu agama tidak paham.
Baca kitab hadist belum tamat.
Baca kitab fikih bab Thaharah saja belum kelar.
Jangankan tafsir Qur'an, terjemahan pun tidak. Cuma tau benang merah Qur'an #eh
Baca kitab gundul tidak bisa.
Bahasa arab tau nya cuma "ana antum akhi afwan wassalam"
Belajar agama cuma dari google.

Lalu tiba-tiba mengkritik fatwa ulama? Hallo...anda sehat?

Jika ditegur, ia menjawab, "Memangnya ulama tidak boleh dikritik?"
Boleh. Tapi anda siapa?
Ambil cermin, coba ngaca. Biar tau diri.

Lihat! Ini sangat rasional. Anda tidak mungkin berani mengkritik seorang dokter terkait ilmu kedokteran jika anda bukan ahli ilmu kedokteran. Tapi kenapa anda sewot mengkritik ulama padahal anda bukan ahli agama?

Belajarlah agama yang benar. Ngaji. Datangi majelis ilmu. Baca kitab. Rasakan sulitnya menuntut ilmu. Menuntut ilmu agama wajib bagi setiap muslim. Jangan rewel sama ulama.

Bangsa ini rusak karena banyak orang yang suka rewel dan sok ikut campur dalam bidang yang ia bukan ahlinya. Dan mencampuri wewenang ulama (dalam masalah fatwa) bisa berakibat fatal. Melawan ulama adalah musibah besar.

MUI menghimbau jangan pilih pemimpin kafir, ia sewot.
MUI keluarkan fatwa Ahok menistakan agama, ia sewot juga.

Selalu rewel dan sewot sama MUI melebihi emak-emak yang lagi ngerumpi.

Saya merasa ini semacam gangguan mental akut yang barangkali bisa diruqyah.

Saudaraku.
Ulama adalah pewaris kenabian. Mereka tidak berfatwa dengan hawa nafsu.
Mereka adalah orang yang takut pada Allah,

"Sesungguhnya di antara hamba-hamba Allah yang takut kepada-Nya hanyalah para Ulama" (QS Surat Fathir: 28)

Mereka berfatwa dengan ilmu. Dengan hujjah. Dengan dalil.

Mereka belajar agama puluhan tahun. Ada yang hingga ke timur tengah. Mereka ahlinya. Mereka sudah mengeluarkan fatwa diantaranya HARAM mengucapkan selamat natal dan HARAM menggunakan atribut natal.

Maka ikutilah mereka. Berdirilah bersama ulama di zaman fitnah ini agar kita selamat dunia akhirat.

Jangan berdiri bersama barisan orang-orang rewel yang tidak tau diri itu. Jangan berdiri bersama para "pelacur pemikiran" dari kalangan liberal sekuler yang menyesatkan umat dengan dalih "Toleransi".

Kalau kita mau tau konsep toleransi yang benar, tanya sama ulama. Baca Qur'an. Jangan tanya sama "Pelacur pemikiran" dari kaum liberalis yang suka mencela ulama dan pandai bermain kata. Karena Islam adalah agama yang penuh dengan toleransi dan ulama adalah yang paling tau tentang itu.

Jangan remehkan masalah agama. Banyak orang yang meremehkan masalah agama. Jika keluarganya sakit kanker, ia pasti cari dokter terbaik biar keluarganya sembuh. Tapi kenapa ia tidak mau cari uztad terbaik (yang benar-benar ulama, paham agama) untuk menyembuhkan ia dari penyakit kebodohan dalam hal agama? Kenapa mengambil ilmu agama dari uztad selebritis di tv yang "fatwakan" boleh pilih pemimpin non Islam? Kenapa ngambil ilmu agama dari kiay liberal? Kenapa bertanya tentang agama dan toleransi pada cendekiawan muslim liberal yang nyantri di negeri kafir yg bolehkan ikut natalan bersama? Kenapa ngambil ilmu dari postingan uztad gadungan di akun fb?

Ini aneh..

Bertanyalah kepada ahli Ilmu jika memang kamu tidak tahu (QS. An Nahl: 43)

"Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kalian kepada Allah, dan hendaklah kalian bersama orang-orang yang jujur (benar)!" (At-Taubah:119)

Wallahu'alam.

Rezki Fadillah
(Bukan Uztad. Bukan ahli agama)

Rabu, 07 Desember 2016

Pejalan Kaki dari Ciamis

Sebuah tulisan yang tulus dibuat Joni A. Koto, seorang alumnus ITB. Kisah ini, sudah diskenario oleh Alloh bagi seorang Joni A Koto, Arsitek Urban planner, alumni ITB '93.

Berikut tulisannya setelah saya edit seperlunya:

Saya anggap dunia adalah soal bagaimana hidup dan cari kehidupan. Bagaimana menikmati dan lebih baik dari manusia lain, bagaimana bisa punya status baik, dihargai dengan apa yang dipunya dan sedikit jalan-jalan menikmati dunia.

Saya anggap orang yang maju dalam agama itu adalah yang berfikiran luas dan penuh toleransi, saya anggap tak perlulah terlalu fanatik akan sesuatu, tak perlu reaktif akan sesuatu, keep calm, be cool. Janganlah sesekali dan ikut-ikutan jadi orang norak. Ikut kelompok jingkrang-jingkrang dan entah apalah itu namanya.

Saya tak ikut aksi bela agama ini itu, kalian jangan usil. Jangan dengan kalian ikut saya tidak, artinya kalian masuk syurga saya tidak! Saya ini beragama lho, saya ikut berpuasa, saya bersedekah dan beramal. Saya bantu orang-orang, bantu saudara2 saya juga,jangan kalian tanya-tanya soal peran saya ke lingkungan. Kalian lihat orang-orang respek pada saya, temanpun aku banyak. Tiap kotak sumbangan aku isi.

Saya masih heran, apa sih salah seorang Ahok? Dia sudah bantu banyak orang, dia memang rada kasar, tapi hatinya baik kok. Saya hargai apa yang sudah dia buat bagi Jakarta.Saya anggap aksi ini itu hanya soal politis karena kebetulan ada pilkada. Saya tak mau terbawa-bawa arus seperti teman-teman kantor yang tiba-tiba juga mau ikut aksi. Saya anggap itu berlebihan dan terlalu cari-cari sensasi. Paling juga mau selfie-selfie.

Sampai satu saat....
Sore itu 1 Desember 2016, dalam gerimis saat saya ada di jalan, dalam mobil menuju tempat miting, dalam alunan musik barat saya berpapasan dengan rombongan pejalan kaki. Saya melambat, mereka berjalan tertib, barisannya panjang sekali, pakai baju putih-putih, rompi hitam dan hanya beralas sendal. Muka mereka letih, tapi nyata kelihatan tidak ada paksaan sama sekali di wajah-wajah itu. Mereka tetap berjalan teratur, memberi jalan ke kendaraan yang mau melintas. Tidak ada yang teriak, berlaku arogan dan aneh-aneh atau bawa aura mirip rombongan pengantar jenazah yg ugal-ugalan. Ini aneh, biasanya kalau sudah bertemu orang ramai-ramai di jalan aromanya kita sudah paranoid, suasana panas dan penuh tanda tanya negatif.

Sore itu, di jalan aku merasa ada kedamaian yang kulihat dan kurasa melihat wajah-wajah dan baju putih mereka yang basah terkena gerimis.

Papasan berlalu, aku setel radio lain. Ada berita: rombongan peserta aksi jalan kaki dari Ciamis dan kota-kota lain sudah memasuki kota. Ada nama jalan yang mereka lalui.Aku sambungkan semua informasi, ternyata yang aku berpapasan tadi adalah rombongan itu!

Aku tertegun.
Lama aku diam. Otakku serasa terkunci. Analisaku soal bagaimana orang beragama sibuk sekali mencari alasan, tak kutemukan apa pun yang sesuai dengan pemikiranku. Apa yang membuat mereka rela melakukan itu semua? Apa kira-kira?

Aku makin sibuk berfikir. Apa menurutku mereka itu berlebihan? Rasanya tidak, aku melihat sendiri muka-muka ikhlas itu. Apa mereka ada tujuan-tujuan politik? Aku rasa tidak, kebanyakan orang sekarang memcapai tujuan bukan dengan cara2 itu.Apakah orang-orang dengan tujuan politik yang gerakkan mereka itu?

Aku hitung-hitung, dari informasi akan ada jutaan peserta aksi, berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk itu kalau ini tujuan kelompok tertentu. Angkanya fantastis, rasanya mustahil ada yg mau ongkosi karena nilainya sangatah besar.

Aku dalam berfikir, dalam mobil, masih dalam gerimis kembali berpapasan dengan kelompok lain, berbaju putih juga, basah kuyup juga. Terlihat di pinggir-pinggir jalan anak-anak sekolah membagikan minuman air mineral ukuran gelas, sedikit kue warung ke mereka. Sepertinya itu dari uang jajan mereka yang tak seberapa.

Aku terdiam makin dalam. Ya Allah....kenapa aku begitu buruk berfikir selama ini? Kenapa hanya hal-hal jelek yang mau aku lihat tentang agamaku? Kenapa dengan cara pandangku soal agamaku?

Aku mampir ke masjid, mau sholat ashar. Aku lihat sendal-sandal jepit lusuh banyak sekali berbaris.

Aku ambil wudhu...
Kembali, di teras, kali ini aku bertemu rombongan tadi, mungkin yang tercecer, muka mereka lelah sekali. Mereka duduk,ada yang minum, ada yang rebahan, dan lebih banyak yang lagi baca Quran.Hmmm.............

Aku sholat sendiri. Tak lama punggungku dicolek dari belakang, tanda minta aku jadi imam. Aku cium aroma tubuh-tubuh dan baju basah dari belakang.

Aku takbir sujud, ada lagi yang mencolek. Nahh kali ini hatiku yang dicolek, entah kenapa hatiku bergetar sekali. Aku sujud cukup lama, mereka juga diam.Aku bangkit duduk, aku tak sadar ada air bening mengalir dari sudut mataku.

Ya Allah,... Aku tak pantas jadi imam mereka.Aku belum sehebat, setulus dan seteguh mereka. Bagiku agama hanya hal-hal manis. Tentang hidup indah, tentang toleransi, humanis, pluralis, penuh gaya, in style...bla bla bla.

Walau ada hinaan ke agamaku aku harus tetap elegan, berfikiran terbuka.Kenapa Kau pertemukan mereka dan aku hari ini ya Allah? Kenapa aku Kau jadikan aku imam sholat mereka? Apa yang hendak Kau sampaikan secara pribadi ke aku?

Hanya 3 rakaat aku imami mereka, hatiku luluh ya Allah. Mataku merah menahan haru.

Mereka colek lagi punggungku, ada anak kecil usia belasan cium tanganku, mukanya kuyu, tapi tetap senyum. Agak malu-malu aku peluk dia. Dadaku bergetar tercium bau keringatnya, dan itu tak bau sama sekali.Ini bisa jadi dia anakku juga. Apa yang telah kuajarkan anakku soal islam? Apakah dia levelnya sekelas anak kecil ini? Gerimis saja aku suruh anakku berteduh, dia demam sedikit aku panik. Aku nangis dalam hati, di baju putihnya ada tulisan nama sekolah:... SMP Ciamis... Kota kecil yang ratusan kilo dari sini. Nampak kakinya bengkak karena berjalan sejak dari rumah.

Lalu anak itu bercerita bapaknya tak bisa ikut karena sakit dan hanya hidup dari membecak. Bapaknya mau bawa becak ke Jakarta bantu nanti kalau ada yang capek, tapi dia larang.

Ya Alloh, aku dipermalukan berulang oleh mereka di masjid ini. Aku sudah tak kuat ya Allah.

Mereka bangkit, ambil tas-tas dan kresek putih dari sudut masjid, kembali berjalan, meninggalkan aku sendirian di masjid. Rasa-rasanya melihat punggung-punggung putih itu hilang dari pagar masjid aku seperti sudah ditinggal mereka yang menuju syurga.

Dan kali ini aku yang norak. Aku sujud, lalu aku sholat sunat dua rakaat. Air mataku keluar lagi. Kali ini cukup banyak, untung lagi sendirian.

Sudah jam 5an, lama aku di masjid, serasa terkunci tubuhku di sini. Miting dengan klien sepertinya batal. Aku mikir lagi soal ke-Islamanku, soal komitmenku ke Allah. Allah yang telah ciptakan aku, yang memberi ibu bapakku rejeki, sampai aku dewasa dan bangga seperti hari ini. Di mana posisi pembelaanku ke agamaku hari ini? Ada di mana? Imanku sudah aku buat nyasar di mana?

Aku naik ke mobil, aku mikir lagi. Kali ini tanpa rasa curiga, kurasa ada sumbat besar yang telah lepas dalam benakku selama ini.Ada satu kata sederhana sekali tanpa bumbu-bumbu: ikhlas dalam bela agama itu memang nyata ada!

Aku mampir di minimarket, kali ini juga makin ikhlas, makin mantap. Aku beli beberapa dus air mineral, makanan kering, isi dompet aku habiskan penuh emosional! Ini kebanggaanku yang pertama dalam hidup saat beramal, aku bahagia sekali!

Ya Allah ijinkan aku kembali ke jalan-Mu yang lurus, yang lapang, penuh kepasrahan dan kebersihan hati....

Ya Allah ijinkan aku besok ikut Shalat jumat dan berdoa bersama saudara-saudaraku yang sebenarnya. Orang-orang yang sangat ikhlas membela-Mu. Di sana tak ada jarak mereka dengan-Mu ya Allah.Aku juga mau begitu, ada di antara mereka, anak kecil yang basah kuyup hari ini. Tak ada penghargaan dari manusia yang kuharap. Hanya ingin Kau terima sujudku. Mohon Kau terima dengan sangat.

Selasa, 06 Desember 2016

Dimana dirimu saat Kitab Sucimu dinista?

"Dimana posisimu saat agamamu dinista?"





Hanya untuk menjawab satu pertanyaan itu saja banyak dalih dan alasan dikeluarkan.


"Ini bukan masalah simpel. Banyak faktor yang melatar belakangi tragedi ini"


"Ada banyak pihak yang memanfaatkan situasi. Ini hanyalah politisasi"


Tidak. Tidak usah terlalu melebar kemana-mana. Masa bodoh dengan politisasi situasi, atau   argumen-argumen yang saling melengkapi. Cukup sederhana,  tanyalah dalam hati apa yang kau rasa saat kitab sucimu dicaci?


Toleransi? apakah melindungi yang menghina disebut bertoleransi?

Apakah menuntut si penista disebut antipati?
Bukankah toleransi berarti saling menghargai?
Bukankah toleransi itu saling menghormati?
Lalu kenapa yang tidak toleran yang harus dimengerti sementara yang terluka harus kembali "bertoleransi"?

Perdamaian dan kerukunan adalah suatu kondisi yang tercipta dengan "usaha" dan "penjagaan". Ia tak hadir serta merta. percikan kecil permusuhan yang dibiarkan akan berubah jadi bara pertikaian yang besar.

Maka salahkah jika kami ingin percikan kecil itu segera dipadamkan? Sebelum melebar dan terjadi kebakaran? 
Lalu mengapa kami malah disebut pembuat keributan?

Bukankah api itu bukan kami yang nyalakan?

Bukankah menyedihkan saat yang terluka juga difitnah? Apalagi saat yang memfitnah mengaku saudara?

Aah...biarlah. 
toh kami juga tak butuh puji puja.
Toh masih banyak yang berjuang bersama kita. 
Toh yang kita butuhkan hanya bukti kontribusi untuk suatu hari nanti saat kita ditanyai

"dimana kau saat kitab sucimu dicaci?

Semoga dengan hati lapang kami dapat menjawabnya : kami ada dibarisan mereka ya Rabbi, yang berjuang membela kitab suci.

Jumat, 12 Agustus 2016

melted

A song by akdong Musician.
as always, they succesfully picturing the reality around us into song. The melody goes well with the lyrics, and if you watch the music video it would perfect!

The song is about how  adult world is in children`s perspective and how they being very confuse to understand it. 

When i get down sometimes, i really into this song. Hahaha. A simple thing in children's eyes can be very complicated for the adult. When everything is gettin hard, sometimes what you need is only support.


Melted - by akdong musician
The blue ocean that the red sun used to wash is turn black
The white sky that had clouds and rain turn gray
I leave the darkness that found my heart
Even the cold shadow that cover the night start to harden

If the ice melt, a warmer song would have come out
But why the ice is so cold? Why is it so cold?
Why are they so cold?
Why are they so cold?

The blue ocean that the red sun used to wash its face
I look at the past warmth that is buried deeply (too late get it out)
I wish the cold in adult world would be gone too
I wish the frozen love will melt away now

I leave the darkness that found my heart
Even the cold shadow that cover the night start to harden

If the ice melt, a warmer song would come out
But why the ice is so cold? Why is it so cold?
Why are they so cold?
Why are they so cold?




Sabtu, 12 September 2015

Buat apa?


buat apa kehidupan panjang yang baik, jika di penghujung sebelum maut menjemput harus berakhir dengan keburukan? seperti mengumpulkan air segalon raksasa lantas bocor. Kebaikan-kebaikan itu musnah oleh penghujung yang jelek.

Masih lebih baik kehidupan panjang yang buruk tapi di penghujung kehidupan sebelum maut menjemput diakhiri dengan kebaikan. bagaikan musim kemarau yang panjang terkena hujan satu jam. keburukan-keburukan itu berguguran oleh penghujung yang baik'. 

-Tere Liye, dalam novel rembulan tenggelam di wajahmu-

*Penghujung itu nyatanya juga penentu akan baik-buruk hidupmu. Namun setiap kita tidak ada yang tahu dimana Tuhan meletakkan 'ujung hidup' itu. Maka semoga amalan baik menyertai kita selalu, setiap saat setiap waktu, 
Karena sungguh tiap kita takkan pernah tahu kapan maut kan menjemputmu.


Kamis, 10 September 2015

'apakah hidup ini adil?'



Apakah hidup ini adil?
Mengapa Tuhan membiarkan air mata terus mengalir Dalam banyak fase hidup yang tergilir?
Apakah hidup ini adil?
Mengapa malah mereka yang berbuat jahat yang tawanya senantiasa menghiasi hari-harinya?
Apakah hidup ini adil?
Mengapa Tuhan tega merenggut mimpi dan asa pada seorang hamba yg telah berjuang meraihnya?
Apakah hidup ini adil?

Jawabnya : YA,, KEHIDUPAN INI SELALU ADIL

"Kehidupan ini selalu adil, 
Keadilan langit mengambil berbagai bentuk meski semua bentuk tidak kita kenali. Tapi apakah saat Kita tidak mengenalinya kita Berani-beraninya mengatakan Tuhan tidak adil?

Mengapa Tuhan memudahkan jalan bagi orang-orang jahat? Mengapa Tuhan justru mengambil kebahagiaan dari orang-orang baik?
Itulah, bentuk keadilan langit yang tidak akan pernah kita pahami secara sempurna. beribu wajahnya, berjuta bentuknya.
Hanya ada satu cara untuk berkenalan dengannya: SELALU BERPRASANGKA BAIKLAH

Selalulah berharap sedikit. Ya, berharap sedikit, dan memberi banyak. Maka kau akan siap untuk menerima segala bentuk keadilan Tuhan"

-Tere Liye at Rembulan Tenggelam di Wajahmu-

Kamis, 09 Juli 2015

bagaimana meningkatkan keimanan?

Bismillah…

Semoga Allah senantiasa mengaruniakan kepada kita kesabaran dalam menjalankan keimanan, sabar dalam meninggalkan maksiat, dan sabar dalam menerima taqdir Allah baik suka ataupun kita tidak menyukainya

Sabar akan menjadikan kita kuat, dan dengan sabar pula puasa dan qiyamul lail yang kita lakukan bisa diamalkan dengan sebaik-baiknya. kalau keimanan kita kuat kita akan sampai dengan derajad Cinta (mau ya Allah T-T)

dengan keimanan yang kuat, kita akan SANGAT PERHATIAN dengan nikmat-nikmat Allah, kita akan lebih  “SENSITIF” dengan segala karunianya. penambahan keimanan ini harus kita lakukan sepanjang hidup, terutama dibulan ramadhan yang akan datang. In syaa Allah

Bagaimana Interaksi kita dengan Iman? sudahkah memonitoring dan senantiasa memeriksannya…

dari Abu darda’,” diantara kepahaman seseorang itu kalau ia senantiasa memeriksa keimanannya.”

terus bagaimana cara memeriksanya? apakah ada timbangan? :-) kalau keimanan seseorang lagi tinggi. ada fenomena yang biasanya terjadi?

kita akan menjadi lebih sabar, lebih banyak bersyukur, bisa merasakan khalawatul munajah dengan Allah, dan didalam sholat dan dzikirnya bisa merasakan kenikmatnya, ada kecintaan untuk berdoa… yang jelas semua amalnya dibangun atas dasar iman (indahnyaaaa ,masyaAllah T-T)

coba lihat, ketika keimanan sedang berkurang, apa yang terjadi?  biasanya

1. malunya akan berkurang, dia tidak perhatian lagi dengan aurot.

“dan malu itu bagian dari iman, ketika malu memudar maka imannya turun” *Allah T_T

Rosululloh bersabda…” iman itu ada 70 sekian, yang paling tinggi laillaha illa Allah, dan yang paling rendah adalah menyingkirkan duri dari jalan”. dan malu termasuk didalamnya

2. ketika membaca Al Quran, kita sering menemukan “Allahu yukhibbu….(Allah menyukai…), dan juga Allahu la yukhibbu…. (Allah tidak menyukai)..”

mana yang dicintai Allah, yang sudah kita lakukan? dan mana yang tidak dicintai Allah mana yang sudah kita tinggalkan?

ketika belum termotivasi pada apa yang dicintai Allah bisa jadi keimanan kita belum kuat. terus meneruslah kita evaluasi keimanan kita.

Allahu yukhib,… ada 48 tempat didalam alquran(ayuk dicari apa saja)

3. kalau keimanan kita lemah, kita ga peduli lagi lagi Allah suka ataupun tidak suka dengan apa yang kita lakukan

yuk perhatikan keimanan kita setiap saat, tetepi ada2 waktu khusus yang benar benar kita usahakan

1. sebelum masuk musim-musim taat, misalnya bulan-bilan khusu’, menejelang ramadhan seperti ini….

2.  setelah kita sibuk dari dunia (misalnya sehabis renovasi rumah, sehabis kita sibuk mengurus anak-anak yang lagi ujian, walimah dan lain-lainya)

dunia memang berada disekitar kita, kita jaga hati agar dunia tidak masuk… dan cukup digenggaman tangan, dan memang suatu yang wajar kalau kita berinteraksi dengan dunia tapi ada ‘sa’ah-sa’ahnya… (waktu-waktunya), jadilah rahib dimalam hari dan singa disiang hari. mintalah Ihtisab (meminta agar apa yang kita lakukan itu dinilai ibadah sama Allah), mintalah selalu dan selalu… minta agar Allah senantiasa  memperbaharui, memperbaiki, dan adanya penambahan dan penumpuhan keimanan,” Allahumma Jaddid Imanan fi qulubina.., ya Allah perbaharuilah keimanan didalam hati kita”

ayo bertanya pada iman kita masing-masing sekarang, apa kabar keimanan kita?sudahkah selama ini kita minta sama Allah untuk menguatkan keimanan kita T-T

Umar bin khotob, Muadz bin jabal, Abdulloh bin mas’ud adalah sahabat-sahabat mulia yang sering memanggil sahabat yang lain untuk saling menambahkan keimanan

Ibnu mas’ud menyampaikan,” Allahumma zidna Imanan  wa yaqinan…”, didalam setiap majlis (apapun itu)  yang kita duduk didalamnya, yang tidak disebut nama Allah maka kelak kita diakherat akan menyesal sekali, dan ketika ada majlis-majlis kebaikan dan kita malas untuk mendatanginya,merasa tidak nyaman bisa jadi ada masalah dengan keimanan di hati kita :(

terakhir semoga setiap kita keluar dari sebuah majlis, ada penambahan kualitas amal dan iman. Aamiin :)



*dirangkum dari meteri kajian rutin ustadzah jumanah,diterjemahkan oleh ustadzah maya. semoga Allah senantiasa merahmati beliau berdua :D

Repost dari blog saudari yang dirahmati Allah: sketsalbanna.wordpress.com

Sabtu, 17 Januari 2015

Sunday Morning Notes

"Dan sebahagian dari tanda-tanda ( kekuasaannya ) bahawa kamu melihat bumi itu kering tandus, maka apabila kami turunkan air di atasnya, niscaya ia bergerak dan subur. Sesungguhnya Tuhan Yang menghidupkan tentu dapat menghidupkan yang mati; sesungguhnya Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu" (QS. Fusshilat:39)

Hari ini tanaman kering di depan rumah tumbuh tunas baru. Mungkin karena kena guyuran hujan semalam. Waah.. Maha Besar Allah dengan segala kuasaNya, yang mampu menghidupkan setelah mematikan. Maka apakah kita masih menganggap kebangkitan manusia di padang Mahsyar kelak suatu kemustahilan? Tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah. Yang Maha Menjadikan, yang menyempurnakan tiap ciptaan, yang menetapkan segala urusan di jagat raya yang luas ini, dan benarlah bahwa tak ada yang sebanding denganNya, yang Maha Kuasa dan Maha Sempurna =)

Minggu, 04 Januari 2015

Karena Menjadi Cantik juga Ujian

Sebelum banyak protes berdatangan, saya pertegas dulu bahwa judul diatas bukan menunjukkan bahwa saya sedang curhat alias ngomongin diri sendiri. Ok?
Iyee...tau gw kagak cantik, gak usah dibahas makanya! (-___-#) Hhhh...!!
Hihihihi...*lol

Pasti pernah dong dalam hidup ini kita berandai-andai. Andai aku kaya pasti bisa hidup enak, andai aku pinter pasti gampang jadi orang sukses, andai aku cantik pasti banyak yang jatuh cinta sama aku, andai...andai...dan andai. Manusia sering berandai-andai, menginginkan hal lebih dari kondisinya. Dalam benak kita, kita percaya bahwa jika kondisi-kondisi yang kita andaikan itu terjadi, pastilah hidup kita akan lebih baik, lebih bahagia meskipun sebenarnya banyak pula ternyata yang kaya tak se-enak itu hidupnya, yang pinter tak semudah itu jadi suksesnya, yang cantik pun tak selalu dicinta.

*widiiih....jaman gini, siapa sih yang gak suka cewek cantik? Ya iya sih... Siapa juga yang gak suka yang cantik-cantik atau yang ganteng-ganteng??
Tuh kaan! Ujung-ujungnya tetep appearance is important.

Heh..okelah, untuk kasus yang terakhir ini saya punya sebuah cerita yang menginspirasi saya. Semoga juga teman-teman semua. Sso, begini ceritanya.....

Pertama kali bertemu dengannya, tak perlu waktu lama bagi saya untuk menyadari bahwa dia (bukan diah, i know it guys...hiks) akan menjadi gadis populer. Kulit putih dipadu dengan rambut hitam lurusnya yang indah nampak begitu mempesona dengan garis muka tegas nan imutnya. Membuatnya nampak seperti boneka.

Dia menyapa ramah saya yang masih termangu mengagumi paras ayunya. 'Duh, orang cantik kalau senyum manis gini bikin klepek-klepek', batin saya. Tak lama setelah itu akhirnya kami menjadi sahabat dekat. Saya nyaman bersamanya bukan hanya karena cantiknya, namun dia ternyata juga seorang yang baik hati, periang, daaaan pintar!! 'OMG...perfect banget nih anak ya', gumam saya lagi.

Iri? Hehe...jelas! Siapa sih yang gak mau sepinter dia? Siapa juga yang gak pingin jadi sosok yang wonderful but low profile kayak dia? Dan tentu...siapa sih yang gak pingin cantik kayak dia?manusiawi lah...manusiawi. Asal tidak menimbulkan dengki ya kan? Hehe.
Tanpa sadar dulu saya sering berandai-andai jadi dirinya. Sehingga saya sering merasa gak puas dengan diri sendiri *astagfirullah....udah enggak kok ya Allah...i love myself so much sekarang pokoknya,sampe narsis jadinya. #lah? Sama buruknya (-__-")

Jadi pernah dulu, saat masih alay, saya dan beberapa rekan partner in crime sempat ngefans dengan seorang kakak kelas. Kalau ketemu sama nih kakak kelas udah semacem ketemu artis ibu kota aja, histeris dalam diam, curi-curi pandang, pas doinya udah lewas kami hebring-hebring gak jelas (untung gak pake acara minta tanda tangan #tepokJidat).
Meanwhile si kakak kelas hanya berlalu begitu saja without noticing our existences. Ya begitulah..para hidden fans, terlalu jaim mengaku ngefans, meski sejujurnya ngefans  (alay kan? Emang. Kedewasaan kadang berawal dr sebuah ke-alay-an dimasa lalu yang tersalurkan dengan baik, ngeles...buat nutupin kenyataan) hehehe, lanjuut!

Lalu, suatu ketika saya menjumpai si cantik teman saya sedang mengobrol dengan si kakak kelas idola kami itu. Dan...mereka nampak cukup akrab. Hmmm....jealous? Nggak lah! Apaan banget. Saya kan bukan fans fanatic! Hanya...kepo jadinya dengan mereka.hehe ada apakah sesungguhnya diantara mereka? Emejing beud teman saya bisa akrab sama tuh mas-mas (biasa aja sih sebenernya). Usut punya usut hingga benangnya kusut, ternyata my pretty friend kenal sama si mas-mas itu lewat facebook karena si masnya nge-add duluan. Karena suatu urusan. Woow...pada saat itulah saya menyadari sodara-sodara perbedaan dunia kami, para cewek hidden fans dengan tipikal pretty girls macam teman saya. ahaha... Wajah cantik bisa membuat kita meloncati fase "hidden fans" langsung menuju "target searcher". Bukan ngefans diam-diam, tapi diam-diam banyak yang ngefans alias naksir.
Dan yang baru saya sadari juga, my pretty friend pun dikenal pula oleh popular guys yang lain.hm..hm...hm..

Girls, you guys must be envy, rights? Ngaku deh..kalau ada di posisi saya. Apalagi kalau kalian alaynya kayak saya. Hah! Jangan memungkiri...hehe.tapi tenang, saya gak sedang mengajak kalian untuk bersama meratapi nasib. Karena seperti yang saya sampaikan diawal, gak semua akan jadi lebih baik jika semua kemauan kita terwujud.

Ternyata benar guys, Allah menempatkan segala sesuatu sesuai dengan posisi dan kadar yang paling tepat. Bisa jadi kita diberi kemampuan otak yang 'pas-pasan' karena jika kita memiliki otak encer kita akan menjadi pemalas yang suka seenaknya atau bahkan jadi pribadi yang so to-the ngong alias songong. Mungkin dengan otak pas-pasan itu Allah ingin menumbuhkan jiwa yang kuat dan sikap pekerja keras dalam diri kita. Dengan terbiasa belajar lebih tekun dan lama dibandingkan teman-teman yang pintar, Allah ingin melatih mental dan tekat kita agar terbiasa menghadapi tantangan. Pun dengan kekayaan, mungkin jika saat itu kita tidak diberi harta yang berlimpah itu karena kita belum siap untuk menjadi pribadi yang bijak dalam menggunakannya, belum cukup dermawan untuk bisa memaknai tiap jerih payah hingga bisa menyadari betapa wajibnya membagi rizki yang dipunya dengan mereka yang membutuhkan uluran tangan kita. Sehingga harta itu diamanahkan pada mereka yang lebih bijak dan dermawan (meskipun gak semua, tapi tetep positif thinking ya?^^)

Begitu juga masalah kecantikan ini. Seandainya saya yang punya kecantikan dan kepintaran itu, akankah saya bisa bersikap se-humble dan se-low profile dia? Hmm..bisa jadi kecantikan itu malah lebih banyak mendatangkan keburukan daripada kebaikan bagi saya. Ya kan? Kalau saya malah jadi cewek sombong dan belagu, gimana dong? Hhh....astagfirullah...maafin baim,eh diah ya Allah..

Dan emang bener, Allah memberikan segala sesuatu sesuai takarannya. Back to the story ya. Suatu ketika, saat kami lagi curhat-curhatan, saya menyadari bahwa menjadi cantik juga suatu ujian. Ia bercerita, begitu banyak cowok yang mendekatinya, namun akhirnya sulit mencari yang memiliki niatan tulus dan lurus padanya. Kebanyakan dari mereka hanya memiliki ketertarikan karena wajah cantiknya. Disaat sudah percaya pada ucapan salah satu diantaranya, ternyata terkuak bahwa itu tipuan belaka. (Pengen nampar rasanya ama cowok2 model gini! Huhhh!!) Sakitnya tuh disini...didalam hatiku *malah nyanyi (-___-  ")
Belum lagi kebencian nyata yang ditunjukkan oleh para gadis yang merasa my pretty friend udah merebut dan menggoda pacar atau gebetannya. Hhhh...capedeh...macem sinetron indonesia aje daah... Eh, tapi ini beneran lho. Saya jadi kasian dengan teman saya. Yang kadang kena fitnah. Yang awalnya cuma karena saling menyapa dan bertukar senyum dengan seorang cowok, ceritanya bisa berkembang jadi main mata atau kegenitan dengan cowok itu. *ngelus dada.

Again, this question comes to me "kalau saya jadi dia, bisa gak saya sekuat dan sesabar itu menghadapi itu semua?"
Saya yang cuek dan menyukai kedamaian ini, jika diharuskan menghadapi situasi yang penuh kerumitan dan perasaan itu. Hhh....mungkin saya bakalan ngurung diri terus dikamar meratapi nasib. Hehe. Saya jadi bersyukur banget jadi diri saya sendiri. Syukur syukur kalau orang ketemu saya bisa tersenyum bahagia, gak malah menghindar karena ogah. Dan hal itu gak tergantung pada fisik kita kan? ;)

So at that time, i realise that being pretty is also a test for us. Actually every condition is a test. Jadi miskin itu cobaan keikhlasan, tapi jadi kaya pun juga cobaan kesyukuran. Jadi jelek itu cobaan kesyukuran, jadi cantik itu cobaan kesabaran. Bisa di balik-balik juga kondisi diatas. Percayalah bahwa Allah menempatkan kita pada posisi terbaik untuk kita. Kita tidak akan bisa mengukur besar kaki kita dengan sepatu orang lain, tidak akan pernah merasa pas dan puas. Karena aku bukan dia, dan dia bukan kamu so, berhenti membanding-bandingkan diri dengan orang lain. Life your own life. Be grateful, and you will found happiness.

Syukuri apa yang ada, hidup adalah anugerah. Tetap jalani hidup ini melakukan yang terbaik. Tuhan pasti kan menunjukkan kebesaran dan kuasa-Nya bagi hambaNya yang sabar dan tak kenal putus asa
-D'massive : jangan menyerah-

Jumat, 21 Februari 2014

Suriah (masih) Berdarah


Maaf jika gambar ini mengganggu harimu


Tapi inilah yang terjadi di Syria berlanjutan ke tahun ketiga. Tiada apa-apa yang istimewa dengan gambar ini, INI HANYALAH KISAH BIASA ANTARA IBU DAN ANAK DI SYRIA.


Sekilas pandang, dan berlalu pergi...

Selasa, 18 Februari 2014

Lagi, Penindasan terhadap Kaum Muslim

      Saat mata kaum muslim dunia masih tertuju pada mirisnya kondisi umat muslim Suriah dan Mesir yang berdarah, dunia Islam kembali dikejutkan oleh berita pembantaian muslim di Afrika Tengah. Dan lama sebelumnya pun, telah kita dengar derita mslim Rohingnya, serta perjuangan tanpa henti mujahid Palestina

Ya Rabb,, 
Mungkin ini teguran dari-Mu pada kami, agar kami tak menjauh dari munajat kami dan sujud kami padaMu
Mungkin ini cara-Mu menghapus dosa-dosa serta maksiat yang kami perbuat
Mungkin ini cara-Mu mengingatkan kami agar tak lagi terlena oleh kesenangan dunia, agar kami terus berupaya berjuang memperbaiki umat ini.
Karena mungkin ini isyarat, bahwa kami harus segera bangkit.
karena memang kemenangan hanya akan terjadi saat kami menyatukan kekuatan bersama.
Dengan Allah dalam dada, dengan Allah tujuannya, maka kami kan berjuang bersamaNya
dan kekuatan manakah yang dapat mengalahkan saat Allah bersama kita?

"Jika Allah menolongmu, maka tak ada orang yang dapat mengalahkanmu. Jika Allah membiarkanmu, maka siapakah yang dapat menolong kamu (selain) dari Allah sesudah itu? karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakal" (QS. Ali-Imran:160)

Dan kami yakin, kemenangan itu akan tiba, saat kebenaran terkuak, hingga terbelalak mata mereka yang mengingkari Ajaran-Nya. Hingga tak henti kucuran tangis penyesalan membasahi mata manusia-manusia yang menentang-Nya. Dan senyum terkembang dihiasi setitik kilau air mata haru penuh syukur disudut mata tergambar hanya pada wajah bening tak kenal gentar kaum mukminin.

"Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di muka bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah dirihai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka dalam ketakutan menjadi aman sentausa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apapun dengan Aku" (QS. An-Nur:55)

Wahai saudaraku muslimin, akankah kita tetap diam???!






































Sabtu, 11 Januari 2014

Nasa Menemukan Terompet Sangkakala?

"Bayangkan ketika malam pergantian tahun menuju 2014 kemarin, malaikat isrofil meniup terompetnya, pasti lebih heboh pestanya"
Candaan ini saya temukan di status seorang teman kala menjelang moment tahun baru kemarin. yang jelas kalau hal itu benar terjadi, pastinya hal tersebut bukan sekedar candaan, tapi kondisi yang mengerikan. ya, karena pada saat itulah hari kiamat terjadi. 

 "Dia bertanya 'kapan hari kiamat itu?' 
 maka apabila mata terbelalak ketakutan, 
dan bulanpun telah hilang cahayanya, lalu matahari dan bulan di kumpulkan, 
pada hari itu manusia berkata 'kemana tempat berlari'
Tidak! tidak ada tempat berlindung.
Hanya kepada Tuhanmu tempat kembali pada hari itu
Pada hari itu diberitakan kepada manusia apa yang telah dikerjakannya dan apa yang dilalaikannya
bahkan manusia menjadi saksi atas dirinya sendiri"
(QS. Al-Qiyamah:1-15)

By the way, baru-baru ini ada berita yang katanya dari Nasa yang menemukan sebuah fenomena luar angkasa yang dikaitkan dengan terompet malaikat isrofil ini. check it out!
---------------------
Peristiwa mengerikan yang akan terjadi pertama kali pada hari kiamat adalah ditiupnya sangkakala (ash-shur) oleh malaikat Israfil atas perintah Allah.

Makna ash-shur secara etimologi (bahasa) adalah al-qarn (tanduk). Sedangkan menurut istilah syariat, yang dimaksud adalah sangkakala yang sangat besar yang malaikat Israfil telah memasukkannya ke dalam mulutnya (siap untuk meniupnya), dan dia sedang menunggu kapan dia diperintahkan untuk meniupnya. (Syarh Lum’atul Itiqad karya Ibnu Utsaimin, hal. 114)

Makna ini disebutkan dalam hadits shahih dari Abdullah bin ‘Amr, dia berkata:
Seorang badui bertanya: “Wahai Rasulullah, apa itu ash-shur?” Rasulullah menjawab: “Tanduk yang akan ditiup.” (HR. Ahmad, Tirmidzi dan Abu Dawud. Hadits ini disebutkan dalam Al Jami Ash Shahih 6/113-114, karya Asy Syaikh Muqbil)

Ilmuwan NASA ‘Menemukan’ Terompet Sangkakala Malaikat Israfil
Wilkinson Microwave Anisotropy Probe (WMAP) adalah alat yang merupakan bagian dari program atau misi NASA untuk melihat Kosmologi (studi tentang sifat alam semesta) secara keseluruhan. Proyek ini melakukan observasi terhadap alam semesta untuk menemukan bentuk sebenarnya dari alam semesta. Sebab prediksi yang umum selama ini mengatakan bahwa alam semesta berbentuk bulat-bundar atau prediksi lain menyebutkan bentuknya datar.

Dengan menggunakan WMAP, mereka mendapatkan sebuah kesimpulan yang sangat mencengangkan, karena hasil penelitian tersebut menemukan bahwa alam semesta ini berbentuk seperti terompet.

Pada bagian ujung belakang wilayah ‘terompet’ alam semesta itu merupakan alam semesta yang tidak bisa diamati (unobservable), sedang bagian depan, di mana bumi dan seluruh sistem tata surya berada merupakan alam semesta yang masih mungkin untuk diamati (observable).

“Dan ditiuplah sangkakala, Maka matilah siapa yang di langit dan di bumi kecuali siapa yang dikehendaki Allah. kemudian ditiup sangkakala itu sekali lagi, maka tiba-tiba mereka berdiri menunggu putusannya masing-masing.” (Az Zumar: 68)

“Kami biarkan mereka di hari itu bercampur aduk antara satu dengan yang lain, kemudian ditiup lagi sangkakala, lalu Kami kumpulkan mereka itu semuanya.” (Al Kahfi: 99)

“Dan (ingatlah) hari (ketika) ditiup sangkakala, maka terkejutlah segala yang di langit dan segala yang di bumi, kecuali siapa yang dikehendaki Allah. Dan semua mereka datang menghadap-Nya dengan merendahkan diri. (An Naml: 87)

“Dan ditiuplah sangkakala, maka tiba-tiba mereka keluar dengan segera dari kuburnya (menuju) kepada Tuhan mereka.” (Yasin: 51)


Banyak ulama tafsir mengatakan bahwa tiupan terompet sangkakala di ayat-ayat tadi selalu diartikan sebagai peristiwa di hari kiamat. Dr Wahbah az-Zuhaily dalam Tafsir Al Wasith menguraikan bahwa tiupan terompet di hari kiamat itu tiga kali. Pertama, tiupan yang menggentarkan, lalu kedua yang mematikan seketika seluruh makhluk. Tiupan ketiga tanda mulainya hari kiamat, di mana semua dibangkitkan dan dikumpulkan.

Kalau kita cermati, Al Quran menyebutkan bahwa tiupan itu selalu “di dalam” terompet, “Wanufikha fi-shshuuri”. Mengapa terompet? Mengapa di dalam (Fi)?

Tim WMAP mengamati pola titik-titik panas dan dingin radiasi microwave kosmik, yang bisa menggambarkan bentuk alam semesta 380.000 tahun setelah Big Bang. Proyek WMAP dari NASA membuat peta titik-titik tadi secara mendetail, hasilnya ialah pola itu cenderung memudar, yakni tidak ada titik panas dan dingin yang tampak melebihi jarak rentang 60 derajat. Ini menyimpulkan bahwa ketika mengembang, alam semesta terulur panjang. Sempit di awal dan kemudian makin lebar seperti corong. Mirip bentuk terompet abad pertengahan. Hal ini tentu mematahkan prediksi selama ini yang menyatakan bahwa bentuk alam semesta seperti bola (bulat) yang mengembang ke segala arah.

Tim WMAP yakin bahwa alam semesta bukanlah berbentuk bola, tetapi berbentuk terompet. Alam semesta bukan meluas tak terbatas, tetapi dibatasi oleh ujung terompet. Jadi, alam semesta ada awal dan akhirnya. Hanya Allah yang tidak berawal dan berakhir, “Huwal awwalu wal akhiru”.

“Sesungguhnya telah datang kepada kalian cahaya dari Allah, dan Kitab yang menerangkan. Dengan Kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan Kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari keadaan gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus.” (Al Maidah: 15-16)

“Itulah Kitab yang tidak ada keraguan di dalamnya, sebagai petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa.” (Al Baqarah: 2)

“Sesungguhnya Al Quran itu adalah kitab yang mulia. Yang tidak datang kepadanya kebatilan baik dari depan maupun dari belakangnya, yang diturunkan dari Rabb yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji.” (Fusshilat: 41-42)


Maha Benar Allah atas segala Firman-Nya

taken from http://pulsk.com/60411
-----------------------------

gimana menurut kamu?
valid atau tidaknya berita diatas, yang perlu kita garis bawahi adalah, hari kiamat pasti akan terjadi. entah kapan, hanya Allah saja yang mengetahui (bahkan Rasulullah juga gak tahu). gimana terjadinya? apakah betul lewat terompet alam semesta tadi? bisa jadi.
lantas apa yang sudah kita persiapkan? bagaimana selama ini amal perbuatan kita? apa saja yang telah kita lailaikan?
peringatan buat diri sendiri juga nih -__-"
mari lebih bijak menjalani hidup. because life is once, so think twice, okay? :)
Dia bertanya[8], "Kapankah hari kiamat itu?"
7. [9]Maka apabila mata terbelalak (ketakutan)[10],

8. dan bulan pun telah hilang cahayanya[11],
9. lalu matahari dan bulan dikumpulkan[12],
10. pada hari itu manusia berkata, "Ke mana tempat lari?"
11. Tidak![13] Tidak ada tempat berlindung!
12. Hanya kepada Tuhanmu tempat kembali pada hari itu[14].
13. Pada hari itu diberitakan kepada manusia apa yang telah dikerjakannya dan apa yang dilalaikannya.
14. Bahkan manusia menjadi saksi atas dirinya sendiri
- See more at: http://www.tafsir.web.id/2013/04/tafsir-al-qiyamah-ayat-1-15.html#sthash.dPZYPa92.dpuf
Dia bertanya[8], "Kapankah hari kiamat itu?"
7. [9]Maka apabila mata terbelalak (ketakutan)[10],

8. dan bulan pun telah hilang cahayanya[11],
9. lalu matahari dan bulan dikumpulkan[12],
10. pada hari itu manusia berkata, "Ke mana tempat lari?"
11. Tidak![13] Tidak ada tempat berlindung!
12. Hanya kepada Tuhanmu tempat kembali pada hari itu[14].
13. Pada hari itu diberitakan kepada manusia apa yang telah dikerjakannya dan apa yang dilalaikannya.
14. Bahkan manusia menjadi saksi atas dirinya sendiri
- See more at: http://www.tafsir.web.id/2013/04/tafsir-al-qiyamah-ayat-1-15.html#sthash.dPZYPa92.dpuf