Tampilkan postingan dengan label coretan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label coretan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 23 September 2017

Saat aku menuliskannya

Saat aku menulis kalimat-kalimat yang terlihat sok bijak. Kadang, aku bukan sedang menceramahi dirimu, justru aku sebenarnya sedang menguatkan diriku sendiri.
Saat aku menulis kalimat-kalimat galau. Bukan selalu aku sedang terpuruk, aku hanya sedang menikmati proses yang pernah kulalui. Hanya menghibur diri.
Saat aku menulis kalimat-kalimat yang terkesan garing, memaksakan terlihat lucu. Aku bukan sedang mencoba membuatmu tertawa, aku hanya sedang berusaha menertawakan diriku sendiri.
Tulisan-tulisan itu kadang kusampaikan untuk menampar diriku sendiri. Untuk menghibur diriku sendiri. Meski aku kadang terlihat seperti mengatakan pada orang lain. Aku hanya sedang mencoba, mendengarkan diriku seolah-olah mendengarkan orang lain.
–boycandra

Minggu, 02 Juli 2017

Hi bloggie!

Hi bloggie!^^
Sebenarnya ada banyak hal yang ingin dibagikan belakangan ini tapi....niat berbagi pupus terkalahkan dengan rasa malas dan lelah, dan berakhir membuka youtube dan sosmed *astaghfirullah...ckckck

By the way, tidak terasa sudah 7 tahun berlalu semenjak blog ini pertama kali saya buat. Tepatnya tahun 2010 silam saat masih jadi mahasiswa baru.

Ketika itu saya disarankan mbak army yang baik hati (begitu kalau tidak salah usernamenya kala itu) untuk membuat blog karena saya bercerita saya suka menulis. Tapi belum jelas arah tulisannya kemana, terus masih gak karuan juga tulisannya.
Kata mbak Army 'udah dibiasain aja dulu nulis. Nulis apa saja, asal disempatkan tiap jangka waktu. Biar semakin terlatih dan terasah.

Akhirnya jadilah blog ini saya buat.
Awal niatnya cuma iseng sampai akhirnya...tetep iseng sih. Hahahaha 😂

Sebenarnya blog ini ingin saya buat semacam diary atau buku catatan buat saya pribadi, supaya di suatu hari nanti saat saya buka-buka ulang postingan saya ini, blog ini bisa jadi pengingat dan motivasi atas apa yang pernah saya dapat dan lalui.

tapi kadang terpikir juga, kalau seandainya kita bisa menulis sesuatu yang bermanfaat, berguna lalu bisa menginspirasi dan diamalkan orang lain kan keren jadinya. Seperti saya yang kemudian menemukan jalan hidup melalui buah karya seorang penulis.

Dan dengan demikian kan saya dapat pahala juga. *Aamiin...
tapi kayaknya masih jauh banget ya antara kenyataan saat ini dengan keinginan dan impian.
Yaa... tak mengapa. Yang penting terus berupaya
*ngomong opo toh di...di...

So, 7 tahun bukan waktu yang sebentar. Banyak kejadian yang mengubah dan membentuk diri saya, dari awalnya anak remaja yang baru lulus SMA jadi seorang manusia dewasa. Dan harus saya akui, gak ada yang sesuai prediksi saya sebelumnya. Hahahahahaha

Tapi mashaa Allah ya, Allah memang yang paling tahu yang terbaik bagi kita. Jadi ingat tulisan awal di blog ini. 'Hidup itu ibarat puzzle'

Ya memang benar sekali hidup ibarat puzzle yang belum terselesaikan. karena belum selesai, jadi belum tahu akhirnya, karena belum tahu maka kita harus terus mencoba dan berusaha. Esok lusa akan kita pahami juga.

Yang jelas, saya masih setia dengan prinsip saya dulu: berusaha menjalani hidup yang tidak membuat kita menyesal dikemudian hari.

Dan dalam hal ini saya punya beberapa cerita yang....ehem! Kembali mengingatkan saya bahwa puzzle hidup kita ini adalah Allah yang punya kuasa. Jadi banyak- banyaklah berdoa padaNya. Tentu saja doa dan dijemput dengan gerak upaya.

Contoh kisah nih:
Dulu saat menjelang lulus SMA saya pernah membuat peta konsep hidup saya pasca SMA *begaya

Saya tulis semua impian dan cita-cita. Punya bisnis sendiri, nulis buku, punya butik, bikin sekolah plus asramanya, dll. Pun demikian dalam berdoa sudah banyak sekali permintaan-permintaan yang saya mohonkan.
Mulai dari yang realistis sampai yang gak pake mikir *lol

Daan...peta konsep itu berakhir terlupakan bertahun-tahun. Dan baru-baru ini ditemukan oleh ibu saya dan di baca (malunyaaa...!!! *yasudah tapi mau gimana lagi). Akhirnya setelah bertemu lagi dengannya saya semakin malu
Yaelah ini anak abege bagus banget karangan indahnya yak? 

Malu karena pada akhirnya saya belum menjamah sama sekali impian-impian saya itu saat saya lulus kuliah. Sempat berpikir "pada akhirnya hidup saya ya gini-gini aja".
Tapi saya mulai berpikir ulang saat saya menonton salah satu acara yang cukup menginspirasi saya.

"Hey! Kamu masih 20an tahun. Masih panjang perjalananmu *inshaa Allah. Belum juga 40 tahun!. Baru juga masuk tahap dewasa awal, baru juga masuk ke komunitas masyarakat. Gak dianggep anak-anak lagi maksudnya

JUSTRU saat ini adalah titik awalmu. Saat kamu gak lagi terikat dengan tugas belajar, saat 24 jam waktumu bebas kamu manfaatkan. Kenapa nggak coba dijalankan?

Berhasil enggak urusan nanti yang penting toh USAHA. Bekerjalah biar nanti Allah yang melihat dan tunjukkan hasilnya entar (QS.At-Taubah: 104)

Ya begitulah, akhirnya sedikit-sedikit saat ini saya mencoba 'menyicil' untuk menggapai cita-cita yang tertunda. Doain ya,,
Paling enggak, pun seandainya Allah punya rencana lain buat saya, saya sudah membuktikan bahwa saya sudah berupaya memperjuangkan impian saya. Gak cuma berandai-andai saja.
Jadi paling tidak saat usia saya mencapai 40 tahun *inshaa Allah dan anak-anak saya bertanya "ibu dulu cita-citanya apa?"
Saya gak akan dengan sesal atau mata menerawang menjelaskannya. Tapi dengan mata berbinar dan senyum kepuasaan atas upaya saya memperjuangkannya.

Mudahkah? Tentu saja....enggak!! Perlu banyak usaha,ikhtiar yang tak berputus. Butuh mental baja. Butuh baaanyaaakkk perjuangan dan upaya.
Ya wajar sih ya. Kan katanya 'there is no growth in a comfort zone'
Walaupun kadang masih sering capek, males dan nangis (saat keluar alaynya) tapi....yah semoga saya bisa terus bertahan!

Apa cukup dengan usaha?
Tentu tidak. Doa itu lho sebenarnya senjata utamanya. Doa-doa kita inilah yang bisa mengubah takdir atau ketetapan Allah atas kita *jika Allah meridhoinya.
Walaupun sebenarnya Allah sudah tahu apa yang kita maksud dan inginkan, tapi sebenarnya Allah suka dengan hambaNya yang intens berkomunikasi dan mengingatNya.
Allah sayang dengan hamba yang tawadlu dan merendah serta sadar bahwa segala ikhtiar dan upaya itu hanya bisa GOAL dengan ridhoNya semata. *diah...ileng di! Ojo males males dungo!!

Tapi bener lho. Allah akan mengabulkan tiap pinta kita JIKA hal itu memang yang terbaik untuk kita. Sayang kadang karena tak selalu timing pengabulannya itu kita duga, akhirnya kita lupa dengannya. Akhirnya lupa bersyukur juga.
* ini juga tamparan banget bagi saya.
Akhir-akhir ini saya ribut menggalaukan sesuatu. Tapi saat saya baca lagi peta konsep impian SMA saya dulu, saya jadi tersadar...
"HEY,, Bukannya itu memang yang pernah kamu minta?"

Astaghfirullah,,, emang ya. Allah lebih tahu tentang kita dibanding diri kita sendiri.

Begitulah....postingan panjang nan tidak fokus kali ini. Semoga bermanfaat *jika ada. Ada sih mungkin, buat saya pribadi saat membaca ulang agar memotivasi. Hehe

Se-ma-ngat!!

Sabtu, 13 Mei 2017

Menyikapi Permasalahan

Sebenarnya dalam hidup ini kita menjumpai berbagai kejadian dan permasalahan yang jika disederhanakan bisa dikelompokkan menjadi tiga kelompok. 
kelompok pertama, adalah permasalahan atau persoalan yang bisa kita pengaruhi dan kendalikan. 
contohnya adalah permasalahan diri kita sendiri. misalnya,  saya malas, saya tidak punya pengetahuan tentang ini dan itu. masalah ini bisa kita kendalikan dan pengaruhi. kita bisa mempengaruhi diri untuk lebih kiat belajar, lebih giat mencari ilmu, lebih giat berlatih. kita juga mempunyai kendali seutuhnya terhadap diri. apa yang harus saya lakukan untuk mengatasi hal itu serta apa pula yang harus saya hindari dan batasi agar hal yang tidak diinginkan itu tidak menjadi semakin buruk. 
Masing-masing dari kita pasti memahami kelemahan atau kekurangan diri, dan kita pun memahami dampak buruk dari kelemahan itu pada hidup kita ke depan, maka untuk menjaga hidup agar dinamis, agar tidak terperangkap pada rutinitas stagnan, dan agar mampu menjadi pribadi yang selalu menjadi insan yang lebih baik, kita harus memiliki targetan-targetan dalam hidup. dan disinilah harusnya kita tempatkan prioritas yang paling utama. 
karena meskipun saat ini kita hidup bermasyarakat, saling bahu-membahu, dan tolong -menolong, tapi pada akhirnya nanti kita akan mempertanggung jawabkan segala amal perbuatan kita secara individu, secara personal. tak ada lagi tolong menolong atau campur tangan orang lain. apa yang telah kamu lakukan, untuk apa waktumu kau habiskan dan kepada siapa segala perbuatan itu kau tujukan. apakah realita kehidupanmu sama seperti janji-janji dan ucapanmu disetiap sholatmu. 
Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku, dan matiku adalah untukMu, Duhai Tuhan semesta alam.
Sayangnya, hal penting ini selalu diletakkan pada prioritas terakhir *termasuk saya, hiks (T-T)
Kelompok kedua,  adalah permasalahan yang bisa kita pengaruhi namun tidak bisa kendalikan. contohnya seperti dakwah, mengajak kepada islam.


“Katakanlah: “Inilah jalanku (agamaku). Aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata (ilmu dan keyakinan). Maha suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik”. [Yusuf:108].

"Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya aku telah menyampaikan kepadamu apa (amanat) yang aku diutus (untuk menyampaikan)nya kepadamu. Dan Rabbku akan mengganti (kamu) dengan kaum yang lain (dari) kamu; dan kamu tidak dapat membuat mudharat kepada-Nya sedikit pun. Sesungguhnya Rabbku Maha Pemelihara segala sesuatu." (QS. 11:57)

karena di dalam Islam tidak ada paksaan dalam memeluk suatu agama. mengajak manusia lain kepada Islam adalah tugas seluruh muslim. dan jika tugas sudah disampaikan maka gugurlah sudah kewajibannya. seperti yang telah dicontohkan oleh para Nabi dan Rasul. Nuh As. berdakwah kepada kaumnya hampir 1000 tahun tapi jumlah pengikutnya pun bisa dihitung dengan jari. maka jelas sudah Islam disebarkan tidak dengan kekerasan atau paksaan tapi mengajak dengan hikmah. 

lalu apa kaitannya dengan permasalahan kelompok kedua?
kelompok kedua seperti yang sudah disebutkan diawal adalah kelompok permasalahan yang hanya bisa kita pengaruhi tapi tak bisa kendalikan. seperti dakwah kita hanya bisa mengajak, namun apakah hati manusia tersebut mau menerimanya itu sudah tidak bisa kita kendalikan. semua kembali bergantung pada upaya dan kemauan orang tersebut.

Kelompok ketiga, adalah permasalahan yang tidak bisa kita pengaruhi dan kendalikan. contohnya adalah ketetapan Allah. adakalanya ketetapan Allah tidak sesuai dengan keinginan atau bayangan kita. kadang takdir Allah berseberangan dengan rencana kita dan hal ini kemudian membuat kita mengeluh meratapi dan kufur nikmat. padahal hal itu telah nyata tak bisa kita hindari atau pengaruhi.
sayangnya, banyak manusia yang salah mengurutkan prioritas permasalahan ini, dan menjadikan kelompok ketiga ini menjadi prioritas utama, sehingga banyak waktu yang akhirnya terhabiskan dengan percuma. padahal Allah menyebutkan dalam firmanNya :

Katakanlah: “Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah untuk kami. Dialah Pelindung kami, dan hanya kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakal.” (QS. At Taubah:51)
“Bisa jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan bisa jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.”(QS. Al Baqarah: 216)

 karena waktu yang kita memiliki ini terbatas, dan kita tidak pernah tahu kapankah batas akhir dari waktu itu, maka cermat memprioritaskan permasalahan adalah kunci kesuksesan yang harus kita miliki. kadang banyaknya hal yang dikerjakan serta kualitas diri seseorang dapat berbeda jauh antara satu orang dengan orang lainnya. kenapa? padahal waktu mereka sama-sama 24jam/ hari. jawabannya ada pada PENGELOLAAN WAKTU dan efektivitas dan pemrioritasan masalahnya. 

*sungguh peEr besar buat saya yang masiiih sangat sering terlena. hehehe...hiks

-sedikit penggalan tausiah dari ust. Ahmad Arqom, semoga tidak ada yang terlewatkan-

Jumat, 21 April 2017

Karena ujian itu berbeda

Katanya, kita akan diuji dengan hal yang paling kita cintai, kita akan diuji dengan hal yang menjadi kekuatan atau keunggulan kita.

Seperti maryam binti 'imran yang diuji melalui ujian kesucian. Bagaimana tidak, kesucian yang selama ini dijunjungnya kemudian mulai diragukan khalayak ramai tatkala ia datang membawa seorang putra; tanpa ayah. Mungkin begitu menyakitkan bagi Maryam, setidaknya bagi saya jika saya yang merasakan. 
Wanita yang selalu menjaga kesucian dirinya ini lalu di cap sebagai pezina, karena hadirnya karunia yang diberikan Rabbnya.

Belum lagi saat kehamilan semakin besar dan berat, ia pun harus pergi meninggalkan rumah tempat berteduhnya, sendirian.
Dan puncaknya, saat detik-detik kelahiran putranya tiba ia tersiksa diantara sakit dan dahaga. Tubuhnya kesakitan dan ia kelaparan. namun disekelilingnya tiada apapun kecuali gurun yang luas. Bersandarlah ia akhirnya di bawah pohon kurma yang kokoh. Disanalah akhirnya ia sendiri, berjuang diantara hidup dan mati melahirkan sang al masih.

Saat proses melahirkan yang melelahkan itu akhirnya usai, tubuhnya semakin lemas dan makin terasa betapa laparnya ia. Lalu Allah menyuruhnya untuk menggoyahkan pohon kurma itu agar jatuh beberapa buahnya.
Bayangkanlah kawan, maryam bukan seorang laki-laki bertubuh kekar yang kuat tenaganya. Ia hanya seorang wanita dan baru saja melahirkan pula. Sementara pohon itu kokoh dan besar. Seorang laki-laki saja akan cukup kesulitan menggoyahkannya.

Lihatlah bagaimana Allah mengujinya. Dengarlah bagaimana kisah perjuangannya. Tak heran jika ia disebut Rasulullah termasuk ledalam 1 dari 4 wanita dunia paling utama.

beralih pada kisah si gagah Yussuf As . Yang diuji Allah dengan ketampanannya. Dengan wajah yang luar biasa rupawan bisa saja dengan mudah ia mendapatkan banyak wanita, tapi dengan keimanan yang menyala ia ternyata lebih memilih penjara yang sunyi dibanding berdua dengan wanita cantik di kamar seorang diri.

Pun dengan kejamnya fitnah dan perlakuan saudara-saudaranya yang iri kepadanya, saat tanduk kuasa telah ada digenggamnya, saat Allah memberinya kesempatan membalas semua perilaku keji mereka, Yussuf memilih mengubur kenangan menyakitkan itu dalam-dalam, melewatkannya begitu saja cerita itu saat sang Ayah yang baru berjumpa menanyakan tentang perihal dirinya. Dengan hati penuh syukur, kemudian yang ia sampaikan pada ayahnya hanyalah "Tuhanku telah berlaku baik padaku", menceritakan betapa bermurah hati Allah mengijinkannya menjadi pejabat di negeri makmur mesir. Dan sungguh hal inilah yang menjadikan Yussuf lelaki gagah nan tampan yang sesungguhnya.  Hatinya sungguhlah rupawan.

Lantas kita? Patutkah mengeluhkan sulitnya kondisi kita saat Maryam atau Yussuf yang mulia pun juga tetap harus mengalami ujian sebelum akhirnya mendapat kemuliaan di sisi Allah? Ujian kita pasti tak seberapa dibanding mereka, karena keimanan kita pun tak ada nilainya. 
Lantas? Masih secepat itukah kita akan menyerah dan terus mengulang mengeluhkannya?

Selasa, 06 Desember 2016

Dimana dirimu saat Kitab Sucimu dinista?

"Dimana posisimu saat agamamu dinista?"





Hanya untuk menjawab satu pertanyaan itu saja banyak dalih dan alasan dikeluarkan.


"Ini bukan masalah simpel. Banyak faktor yang melatar belakangi tragedi ini"


"Ada banyak pihak yang memanfaatkan situasi. Ini hanyalah politisasi"


Tidak. Tidak usah terlalu melebar kemana-mana. Masa bodoh dengan politisasi situasi, atau   argumen-argumen yang saling melengkapi. Cukup sederhana,  tanyalah dalam hati apa yang kau rasa saat kitab sucimu dicaci?


Toleransi? apakah melindungi yang menghina disebut bertoleransi?

Apakah menuntut si penista disebut antipati?
Bukankah toleransi berarti saling menghargai?
Bukankah toleransi itu saling menghormati?
Lalu kenapa yang tidak toleran yang harus dimengerti sementara yang terluka harus kembali "bertoleransi"?

Perdamaian dan kerukunan adalah suatu kondisi yang tercipta dengan "usaha" dan "penjagaan". Ia tak hadir serta merta. percikan kecil permusuhan yang dibiarkan akan berubah jadi bara pertikaian yang besar.

Maka salahkah jika kami ingin percikan kecil itu segera dipadamkan? Sebelum melebar dan terjadi kebakaran? 
Lalu mengapa kami malah disebut pembuat keributan?

Bukankah api itu bukan kami yang nyalakan?

Bukankah menyedihkan saat yang terluka juga difitnah? Apalagi saat yang memfitnah mengaku saudara?

Aah...biarlah. 
toh kami juga tak butuh puji puja.
Toh masih banyak yang berjuang bersama kita. 
Toh yang kita butuhkan hanya bukti kontribusi untuk suatu hari nanti saat kita ditanyai

"dimana kau saat kitab sucimu dicaci?

Semoga dengan hati lapang kami dapat menjawabnya : kami ada dibarisan mereka ya Rabbi, yang berjuang membela kitab suci.

Jumat, 03 Juli 2015

something that i learn from life

It’s easy to judge. It’s more difficult to understand. 
Understanding requires compassion, patience and a willingness to believe that good hearts sometimes choose poor methods.
Through judging, we separate
Through understanding, we grow
(Via Doe zantamata)

Kenapa begitu mudah menuduh? Disaat kita bahkan tak sampai mengerti seutuhnya tentang sesuatu. 
Mengapa ringan sekali untuk mencela, meskipun kita tak tahu mana yang sebenarnya salah.
Ya...memang tajam sekali tebasan lisan, sayatannya terasa perih di jiwa yang terhujam.
Sayangnya di dunia ini, banyak orang yang menuntut ingin dimengerti namun enggan untuk memahami orang lain. 
Meskipun Tuhan telah menciptakan 2 telinga untuk kita, nyatanya mulut yang hanya satu seringnya lebih mampu mendominasi perilaku. 
Ah, itulah mengapa para alim ulama, begitu hati-hati dalam menyampaikan fatwa. Karena semakin dalam ilmunya, semakin sering akal digunakan untuk menyaring setiap ucapan yang akan dikeluarkan. Bukankah kata pepatah tong kosong nyaring bunyinya? Hehe.

Dan bukankah tiap kata yang diucap seorang hamba kan kembali lagi padanya untuk menguji sebelum ajal menjemputnya? Maka yang banyak bicara akan banyak pula pertanggung jawabannya. Karena lidah lebih tajam dari pedang. Lantas berapa hati yang tanpa disadari telah tertebas oleh tajamnya kata? Naudzubillah...
Semoga kelapangan maaf selalu terberikan untuk kita.

Kamis, 11 Juni 2015

Dalam perjalanan

Ada kabut putih disepanjang mata memandang.
Suasana senyap, aku benci pekat!
Sesekali langkahku terhenti, menoleh kembali ke belakang. 
"Alangkah baiknya jika aku kembali saja. Ke pondok kecilku yg nyaman", selintas pikirku kemudian.
Ah..,,Tidak bisa! Kini tak ada pilihan selain terus melangkah.
Tapi bagaimana jika nanti ku binasa? Tak ada jaminan ku kan selamat hingga ujungnya.
Bukankah sama saja? Tetap disini pun bukan suatu solusi, karna perlahan jiwaku bisa mati.
Ku mohon sadarlah wahai diri! Jejak kaki yang perlahan pudar bak erosi bukan untuk disesali.
Adalah suatu ketetapan matahari berevolusi memisahkan hari demi hari,
Pun suatu keniscayaan kegelapan yang hadir meneduhkan teriknya terang, selayaknya terang yang hadir tepiskan suramnya malam.
Mengapa harus bertanya mengapa, jika semua terukur cermat dalam neracaNya?
Mengapa pula harus keluhkan "andai saja", jika yang terbaik sudah tertulis dalam ketetapanNya?
Wahai hati teguhlah,
Wahai kaki teruslah melangkah,
Wahai diri tersenyumlah,
Kuatlah, yakinlah, berusahalah tanpa kenal lelah, bosan, dan menyerah.
Setebal apapun kabut ini, ia kan sirna jua
Sepekat apapun ia, suatu saat kan datang cahaya,
Yakinlah, sepanjang kakimu terus melangkah, sepanjang dirimu terus berupaya,
Suatu saat kan kau dapat jawabnya.
Tak perlu kau kabarkan pada siapa, tak perlu kau rincikan bagaimana,
Cukup kau yakini, "Ia Maha Tahu segalanya"


'Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir' (Qs.Yusuf:87)

Minggu, 08 Februari 2015

Doa Seorang Asiyah

"Ya Tuhanku, bangunkanlah aku sebuah rumah di sisi-Mu dalam surga" pintanya seperti yang Allah abadikan dalam surat At-Tahrim ayat 11
Permintaannya yang sederhana namun sangat dalam maknanya.
Sebuah rumah, tempat Kembali, tempat peraduan setelah lelah tubuh berjuang di penjuru bumi mencari rizki dan ridhoNya.
Rumah tempat kembali memupuk semangat, tempat penuh ketrentraman dan perlindungan. Bahkan sebuah istilah menyebutkan baiti jannati, rumahku surgaku

Namun tidak baginya. Di dalam rumah tak ia temukan ketrentraman, tak ia dapati perlindungan, kebahagiaan dan rasa kasih sayang. Bagaimana tidak, takdir Allah telah menggariskannya menjadi istri manusia paling durjana sepanjang masa. Ya, Fir'aun. Raja Bengis dengan segala arogansinya, yang bahkan mengaku bahwa ialah yang paling berkuasa, ialah Tuhan bagi semesta. Tak pelak, rumah tempat berlindung menjelma menjadi penjara dunia baginya.
Saat yang lain merasakan ketentraman dalam rumahnya, Asiyah, wanita mulia itu tak henti merasakan tekanan dalam jiwanya. Maka patutlah ia meminta dengan segala harap pada Rabbnya "Ya Tuhan, bangunkanlah aku di sisi-Mu sebuah rumah disurga"...
Yang didalamnya akan ia selalu dapati kebahagiaan, kedamaian, dan ketentraman. Kumpulan rasa yang tak pernah ia dapati di rumah dunianya.

Namun sungguh, perjuangannya justru memuliakan dirinya. Hingga Rasul pun menyebutnya 1 dari 4 wanita paling utama. Ia pun mengajarkan kita kaum wanita, bahwa wanita mulia tak melulu berasal dari lingkungan madani nan rabbani. Dalam lingkup kedzaliman dan kekafiran pun dapat ia buktikan bahwa seorang Asiyah sanggup tampil sebagai perhiasan indah nan mempesona menyaingi jelitanya para bidadari surga.

Sungguh Mulia engkau wahai wanita paling utama. Semoga kami dapat bertandang ke rumahmu kelak di surga. Aamiin

Senin, 02 Februari 2015

Apalah artinya?

Apa arti memiliki,
Ketika diri kami sendiri bukanlah milik kami?

Apalah arti kehilangan,
Ketika kami sebenarnya menemukan banyak saat kehilangan,
Dan sebaliknya, kehilangan banyak pula saat menemukan?

Apalah arti cinta,
Ketika kami menangis terluka atas perasaan yang seharusnya indah?
Bagaimana mungkin, kami tertunduk patah hati atas sesuatu yang seharusnya suci dan tidak menuntut apapun?

Wahai, bukankah banyak kerinduan saat kami hendak melupakan?
Dan tidak terbilang keinginan melupakan saat kami dalam rindu?
Hingga rindu dan melupakan jaraknya setipis benang saja.

(Rindu: Tere liye)

Found this beautiful poem on the cover of the novel. Mungkin memang benar bahwa semua perasaan manusia baik gembira, bersedih, marah, benci,rindu dan cinta adalah tak ada artinya, jika semua tidak didasarkan pada mau-Nya.

Kamis, 20 November 2014

being me in my life

No matter what's gonna be happen in the future,
I hope there won't be anything i regret. Talking about future is like watching a fantasy movie for me. You won't be able to predict what will happen, even when you already think a lot and making some predictions. There's still many other possibility about whats happen next that u never imagine before. Yaa,, that's truly like fantasy movie, isn't it? Everything are beyond the imagination *lol (not all of course) :p

For not regretting anything, i have to do my best now. Preparing well, and...pray also. As we know that everything happen are under His permission and His control, so just do ur best let the result be His responsibility. Since His plan is always be the best plan :)
And i hope it won't be 'just a plan' for me. Come on!!! You need to take it seriously, dii...

Hhh...so that's how life is. It's more than just melodramatic, it's more than just action, more than just comedy, or even horror. Hahaha... It's complicated. Or should i called it 'completed-genre-movie'? Hehe.  This movie is still playing since 23 years ago. And it can be stop anytime. So, What kind of story that i made? Is it great? I hope it won't be a bored one even actually i have been bored with myself for keep falling in the same mistakes =( *hiks...

This main star is not bright or good enough, just the dumb one with some careless things inside herself but believe me, she always try to be a good one. Even sometimes she keep doing many mistakes, but she won't let herself keep on that mistakes forever.

She's not that good,
She's not that pretty,
She's not that smart,
She's not that bright,
She is just...an ordinary girl that always want to be a good person. And she struggle for that forever.. Inshaa Allah



Sabtu, 09 Agustus 2014

Suatu saat nanti, kalian akan jatuh cinta.

Suatu hari nanti, kalian akan jatuh cinta tanpa dibuat buat. Tanpa perasaan posesif yang kekanak-kanakan atau perasaan ingin pamer kasih sayang yang berlebihan.

Akan kalian temui seseorang yang membuat kalian jatuh hati tanpa alasan.
Yang membuat kalian tidak takut pada jutaan omong kosong soal sakitnya patah hati.
Yang membuat kalian menjadi diri kalian sendiri.
Tidak dengan ucapan manis atau perilaku berpura-pura.
Kalian akan jatuh cinta dengan seadanya, tapi juga dengan segalanya.

Kalian akan jatuh cinta dan berani mempertanggung jawabkannya.
Bukan dengan pujian palsu atau rasa kagum sesaat,
Tapi dengan tatap mata dan rasa saling percaya.

Suatu waktu nanti akan datang seseorang yang akan membuat kalian jatuh cinta tanpa alasan. Yang akan kalian jadikan prioritas.
Bukan sekedar kalian banggakan di sosial media namun kalian bohongi di kehidupan nyata

Suatu hari nanti kalian akan bertemu seseorang yang akan mendengarkan kalian di sisa hidupnya. Yang akan membuat kalian paham benar apa itu kasih sayang.
Membuat kalian tak sabar untuk menghabiskan hari tua bersama, berdua, tanpa ragu, tanpa sempat terpikir untuk berpindah ke lain hati.

From tumblr

Minggu, 23 Februari 2014

Menapaki jejak perjuangan

'Sebuah Perjuangan tak selalu heroik' 

Saya mendapat kalimat itu dari suatu sumber (dicari-cari lagi gak nemu, maaf tak bisa dicantumkan). beberapa orang yang saya kenal begitu menginspirasi saya dengan sepak terjangnya yang luar biasa di bidang masing-masing. saya jadi berpikir "lalu hal spektakuler apa yang bisa kau hasilkan?"  diam sesaat. lalu menjawab 'gak ada'. 

kadang kita berpikir keras. 'apa nih?', apa yang bisa bikin beda? apa yang buat jadi luar biasa? atau bahasa lainnya, apa yang membuat perjuangan kita ini nampak keheroikannya?. padahal kawan, (masih menurut sumber yang sama) perjuangan gak harus heroik untuk disebut perjuangan. lihatlah para sahabat. memang ada seorang Khalid bin Walid, sang pedang Allah yang begitu piawai di bumi peperangan, strateginya begitu tepat dan tajam. membuat banyak sahabat berdecak.

namun di lain sisi, juga ada amalan sederhana seorang Ummu Majan, yang segenap hati menjalankan amanahnya menyapu dan menjaga kebersihan masjid di madinah. amalannya sederhana, namun ikhlas dan konsisten beliau laksanakan. amalannya sederhana, tapi tujuannya mulia. 'ingin agar seluruh pengunjung masjid dapat beribadah dengan nyaman dan khusyuk. ingin agar rumah Allah terlindungi dari najis dan kotoran yang dapat merusak kesuciannya'. 

tak hanya dua orang sahabat Nabi itu, Mungkin banyak sahabat nabi lainnya yang tak kita kenal namanya tapi mereka memiliki amalan yang 'spesial' di mata Allah maupun manusia lainnya. kuncinya adalah 'bergerak, dan bermanfaat serta ikhlas karena Allah'.

Disuatu kesempatan saya bertemu seorang ibu yang menurut saya sangat inspiratif. beliau merupakan pendiri sebuah lembaga pemberdayaan masjid dan mushalla. sudah banyak kegiatan-kegiatan edukatif dan produktif yang dihasilkan dari masjid-masjid yang beliau bina. tak hanya itu, beliau juga sukses (menurut pandangan saya) mendidik anak-anaknya menjadi anak yang cerdas dan tanggap lingkungan serta bervisi. 

saat itu saya bertanya pada beliau "langkah awal apa yang harus saya lakukan untuk membuat suatu gerakan yang bermanfaat seperti ibu?"
beliau tersenyum kemudian menjawab.
"itulah kesalahan kebanyakan orang. mereka selalu bertanya, apa yang awalnya harus saya lakukan, atau mulai darimana, atau hal besar apa yang akan saya lakukan?. saya tak pernah berpikir mulai darimana, karena bertanya seperti itu menandakan kita kurang kreatif"

Sang ibu melanjutkan lagi. "keinginan awal saya dulu hanya 'ingin mengajar ngaji di TPA'. karena saya merasa malu, bisa ngaji tapi tidak membagi ilmu yang saya miliki. kala itu saya tersindir dengan teman kristiani saya, yang dalam kesibukannya sebagai ketua osis masih menyempatkan diri tiap minggunya untuk mengajar anak-anak kampung di sekolah minggu. Dia mengajarkan pelajaran dasar seperti berhitung, bahasa inggris, dan lain-lain dengan bermodal gitar, dia mengajar dengan nyanyian agar mudah dihafal. dan yang membuat saya lebih malu lagi, anak-anak yang diajar kebanyakan adalah muslim.

sayapun termotivasi untuk berkontribusi. diawali dengan menjadi guru ngaji di TPA. dan ketika pekerjaan ini saya lakukan dengan sungguh-sungguh dan rutin, Allah menunjukkan hasilnya. ya seperti sekarang ini". tutur beliau

Saya manggut-manggut. Terbukti memang, hal luar biasa itu berawal dari sebuah kesederhanaan. dan seringnya kesederhanaan yang dilakukan secara istiqomah inilah yang menjadikannya jadi sesuatu yang "Luar biasa".
Jadi keingetan juga dengan cerita dek Andita tentang sebuah keluarga dosen di UB yang istiqomah mencucikan mukena yang ada di Mall-Mall. Simple right?? kita juga bisa melakukannya. tapi...nyatanya apakah banyak yang melakukannya? mencari dan mencucikan mukena di tempat-tempat umum? 

simpel kan? mencucikan mukena. tapi kalau dilakukan terus menerus? apakah masih hal yang dianggap biasa?. simpel memang. mencucikan mukena. tapi manfaat dari perbuatan simpel itu sungguh besar pahalanya : menjaga agar yang beribadah dengan mukena itu lebih sempurna sholatnya, karena kesucian mukenanya lebih terjaga. kalau satu kali mukena yang dipakai mengalirkan pahala, kalau mukena yang dicuci gak hanya 1 saja, tapi dari berbagai tempat, dan masing-masing mengalirkan pahala dalam setiap pemakaiannya, masihkah amalan itu disebut amalan sederhana??

sebuah perjuangan memang tak selalu nampak heroik, dan gak harus selalu heroik. karena sesungguhnya hanya Allah yang tahu nilai amalan kita. kan kita gak pernah tahu amalan mana yang akan mengantarkan kita ke surga.

Saya yakin, Allah telah menganugerahkan potensi spesial di masing-masing diri kita. saya, kawan semuanya, pasti ada. dan beda-beda. Dan saat tiap potensi ini disalurkan untuk kemaslahatan umat bersama, akan tercipta kebermanfaatan komprehensif yang akan dihasilkan lebih banyak.

*melirik ke sekitar

dimulai dari yang kecil, yang paling deket. kalau urusan pribadi aja gak bisa beres, gimana mau ngurusin orang lain (ngomong sendiri). 

ayo semangat, bersama-sama. :)

"Godaan terbesar seorang pahlawan adalah menjadi orang yang biasa-biasa saja"
(Anis Matta)

Minggu, 26 Januari 2014

Sajak untuk 'ikhwan' dan 'Akhwat'

PART 1 FOR AKHWAT:

Jilbabnya lebar dan tertutup rapi Senyumnya manis merangsang hati Kalau jalan hanya bumi yang diliati, Kenapa?
Uangnya jatuh ya ukhti? Eh, emang dasar gak ngerti! Mereka gitu karena jaga hati!

Ukhti oh ukhti Penginnya selalu berbuat lebih Kadang rapat gak kenal hari
Pulang malampun tak peduli Emang dasar si ukhti Gak mau kalah buat organisasi

Hebat ukhti!! Ukhti cantik ukhti soleha Buat khalwat udah gak selera Tapi jangan pelihara sinetron di otak ya! :P
Nanti susah ngitung matematika Dapet rendah baru kerasa! Jangan suka ngayal makanya! ^^V

Ukhti oh ukhti Betapa banyak yang menyakiti Apalagi dari kalangan lelaki Banyak yang janji mengkhitbahi
Eh, tamat kuliah gak datang-datang lagi! Jodohmu udah ada yang ngatur ukhti Jangan takut gak kebagian ikhwan sejati

Ukht, gaya bicaramu begitu indah Sungguh lembut dan terarah Buat dakwah gak kenal lelah Tapi ingat, tetap harus jaga izzah!

Ukht, anti memang wanita berkelas Walau kadang, ruang gerak agak terbatas Tak boleh out bond yang berat nan keras
iar malaria gak kambuh dan bikin lemas Mau flying fox gak bebas Ketawa ngakak dibilang gak waras Nahanin argument dikatain ngeras
Eh, dibilang gendut malah cemas! Sabar ukh, ikhlas… ikhlas… XD

Ukhti saudara seiman Beli pulsa buat internetan Kadang kala pake hot spot gratisan Gabung di FB dan FS buat nambah teman
Dakwah dijadikan alasan Kok foto anti dipajangkan Gak takut ada yang jelalatan?
Ukhti.. ukhti.. tak usah cari perhatian! Apalagi dengan cara kek gituan! Ahh, malu-maluin teman!

Wahai akhwat sejati Wanita kepunyaan Sang Pemilik Hati Mari kita belajar untuk jadi lebih baik lagi
Kita kejar Jannah yang hakiki Jangan mau berbelok ke dunia fana ini Mari belajar istiqomah dengan tuntunan Ilahi!

PART 2 FOR IKHWAN:

Ikhwan Oh Ikhwan Gayamu begitu mentereng, wan Jenggot tipis berlambaian Kalau pergi jalan2 Sandal jepit kesayangan selalu digunakan
Tak terpikat dengan jins lubang biawakan Apalagi levis bolong tambalan Keren loh wan, celana gantung kebanjiran! Kwkeekek

Ikhwan oh ikhwan Lagakmu keren wan! Tak mau pake acara pacaran Tapi kok dekat dengan para cewe wan? *sikaat moduseerr*

Knp wan? Alasan minta traktiran? Tiap hari komat kamit, ngapain wan? Ngapalin lagu barat atau Al-Quran? Oh.. persiapan buat setor hapalan

Ikhwan… ikhwan…Tiap hari liat betis putih gentayangan Gak takut hapalan jadi pada ilang, wan! *tuhkan*

Wuih keren wan! Waktu syuro gabungan hijabnya tinggi banget, wan Alasannya agar gak saling curi pandangan Duh. biar bisa jaga hati ya wan?

Loh, tapi kok pulang syuro boncengan? Wah, dengan cewe lagi wan! Mau jalan-jalan kemana wan? *eh kecepolosan*

Ikhwan oh ikhwan Bener-bener lelaki idaman Gak takut panas turun aksi ke jalanan Mulut koar-koar dibarisan terdepan

Aih, ternyata cuma buat cari perhatian! Perkasa banget ente wan! Tiap hari kerja buat cari dana tambahan Gak lupa ditabung dalam celengan
Buat lanjut kuliah or persiapan walimahan? Kok senin ma kamis pada gak puasa, wan? Kwekekek… ikhwan..ikhwan..
Kerja buat ampe gak kuat puasa ya wan? *piis mamen*

Ikhwan oh ikhwan Alangkah solehnya ente wan Tiap malam bangunin akhwat buat tahajud tan.. Weeew

Kalau gak perantara SMS, ya telponan Tapi kok teman halaqo gak dibangunin juga wan! Ahh, tak fair ente wan! *moduseer lg kaan*

Ohh Ikhwan oh Akhwat Jangan marah dong wan, Ukht Puisi ini untuk mereka yang melemah kok wan, ukht ^^V

Kalau ente/ anti tersinggung berarti ngerasa, wan, ukht Coretan nakal ini bukan sindiran Cuma buat cerminan *ngaca benerin hijab*

Hai manusia pilihan, Jangan melemah kawan…Allah slalu bersama kalian yg bersungguh.. manjadda wa jadda. Salam damai piiss sis/bro ^^V

(taken from @GAULtapi_ISLAMY)

--------------------------------------------------

Hihihi, buat yang diberi julukan ataupun yang menjuluki dirinya 'ikhwan' n 'akhwat', yok muhasabah diri lagi. agar kualitas diri yang sesungguhnya sebaik anggapan orang lain saat melihat 'wujud luar' kita.
karna tepe-tepe alias tebar pesona tuh ke Allah tuhan kita, bukan ke makhluk-Nya. apa lagi ke mereka yang bukan siapa-siapanya kita. malu sama Allah yang Maha Tahu tingkah laku kita.
*ngomong sambil ngadep cermin

buat yang merasa menjadi korban tepe-tepe.nya ikhwan (akhwat ada juga gak ya?) moduser ini, hati2. karena ternyata serigala terkadang berbulu domba (minjem dulu kali yah bulunya sama si domba,haha).
gak serta merta bila mereka telah ter-cap 'ikhwan' atau keliatannya sholeh gitu berarti mereka adalah makhluk yang aman untuk diberi hati atau di dekati. jangan mau jadi korban ikhwan yang PHP alias moduser.
jadi inget pesennya mbak tata :
'sesholih-sholihnya ikhwan, mereka tetaplah laki-laki biasa yang bisa tergoda dan sesholihah-sholihahnya akhwat, mereka tetaplah wanita biasa yang hatinya lemah'
sooo, waspadalah...waspadalah!!

Senin, 23 Desember 2013

Edensor

Jadi ingat dulu saya ingin mengunjungi edensor village,
3 buku karya andrea hirata yang turut membangkitkan semangat menggapai mimpi di akhir SMA (seri terakhirnya belum baca,hehe). Sekarang saat gelar sarjana sudah ditangan, nampaknya perlu kembali menengok ke impian-impian masa lalu. Semoga Allah memberi kesempatan untuk mewujudkannya, semoga tekat dan usaha ini terus terpompa hingga mampu berikhtiar menjemput cita.
yang baca, doain yah :)

































































































Minggu, 01 Desember 2013

perspektif masalah



Hidup memang kumpulan masalah, namun tak semua manusia menjalaninya dengan tertekan atau menderita. kenapa? mungkin  karena sudut pandang manusia yang berbeda.
melelahkan jika pandanganmu melulu pada perguliran masalah yang datang dan berlalu, lebih menyesakkan lagi saat diamati dan dirasa tiap duka dan luka yang menimpamu.
maka solusinya bukan meninggalkan masalah, karena berarti kita meninggalkan ‘hidup’ sendiri, tetapi, lebih mudah dari itu, hanya alihkan saja pandanganmu, bukan pada masalah, duka, atau luka yang menimpamu. tapi pada titik akhir tujuanmu, dan titik awal niatmu.
Ya, tetaplah tatap 2 titik itu, sucinya niat awal untuk bakti pada Tuhanmu dan manisNya balasan dan cinta kasih dariNya karena baktimu. Maka lelah, tangis dan luka takkan begitu terasa, berganti harap dan bayang akan karuniaNya
:)
"Kadangkala, kita memang butuh sendiri, meresapi hembusan angin malam, menatap bintang di langit, memejamkan mata, dan berbisik pelan, "Tuhan, tuntunlah aku untuk selalu berada di jalanMu. apapun keadaannya" (Wisma Byzantium)


Senin, 11 November 2013

pelajaran hari ini

:(  today i was sad. 
hmmm..,, semoga kesedihan ini bisa menjadi pelajaran berharga agar tidak terulang kesalahan kedua, ketiga, dan selanjutnya.
Kesedihan ini, semoga bukan bersebab teguran maupun celaan manusia, 
karena ia adalah kebutuhan diri , karena teguran adalah hakmu atas saudaramu untuk tingkatkan kualitasmu.
karena hati yang benci menerimanya pertanda ia sedang sakit
karena celaan manusia tak membuatmu hina, pun pujiannya tak lantas buatmu makin mulia.

semoga bisa jadi pelajaran bagi kita semua,
saat merasa diri telah berupaya, namun ternyata banyak tuntutan yang belum tertunaikan, akan ada saat kita ingin berontak. "see! i've trying my best!. don't blame me for something that i can't overcome.
ah, terlalu dangkal jalan pikiran ini. ujian itu diberikan sesuai kapasitas, jika telah yakin dan percaya, tak akan ada pemikiran seperti itu. benarkan kawan?

Hari ini, saya mendapat nasehat yang sangat berharga dari seorang kawan. begitu mengena. Pas banget timingnya, hehe. padahal yang bersangkutan tidak berniat dan gak ngerasa (haha) yah..,, tapi begitulah cara Allah menegur saya.

"saat ujian dan tantangan ini terasa jauh lebih besar dibanding daya yang kita punya, saat itulah kau temukan hakikat berjuang yang sesungguhnya"

"kalau ujian dan tantangan kita selalu mudah dijangkau, ya nggak akan berkembang diri kita. karena susah, karena berat itulah kita disebut 'berjuang', berupaya sepenuhnya mewujudkan asa jadi nyata"

*senyum

udah deh, sekarang mah saatnya eksekusi ajah! #self_talk



Kamis, 24 Oktober 2013

Dandelion

Hari ini ketemu bunga dandelion :)
jadi inget film tinkerbell. Kalo di film tersebut, tinkerbell lahir dari tawa bayi yang terbawa dalam benih dandelion kecil, terus terbang menuju neverland, dipercikkan dengan bubuk ajaib, maka lahirlah seorang peri.hehehehe,, hayalan anak-anak #geleng-geleng



Bunga dandelion atau Randa Tapak berasal dari Eropa dan Asia, namun sudah menyebar ke segala tempat. Dandelion memiliki bunga-bunga kecil yang terkumpul menjadi satu pada satu kepala besar dari induk bunga. ketika diterbangkan angin, bunga-bunga kecil ini akan menyebar, masing-masing membawa misi kehidupan di tempat lain. mungkin tak begitu jauh dari tempat asalnya, tapi mungkin juga ia akan terbawa jauh menyeberangi lautan. mungkin ia akan bertemu padang hijau subur dengan tanah yang gembur, mungkin sebagian kan berjumpa pada tanah cengkar penuh bebatuan. sebagian mungkin kan tumbuh subur hingga akhirnya menghasilkan benih baru yang melanjutkan estafet misinya, sebagian mungkin kan mengering, tak dapatkan air, lalu mati.

kalo diliat-liat (oleh saya yang notabene orang awam, gak tau apa-apa), struktur kecil yang rapuh itu ternyata memiliki sistem yang begitu canggih hingga dapat menghasilkan tumbuhan baru nantinya. 

“Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang. Maka lihatlah berulang-ulang, adakah kamu lihat sesuatu yang tidak seimbang?”(QS Al-Mulk : 3)

Bahkan yang sekecil dandelion ini bisa begitu gigih untuk bertahan hidup, bahkan yang sekecil dandelion ini pun selalu dijaga dijamin rizkinya oleh Allah. maka pantaskah kita manusia, makhluk-Nya yang diciptakan dengan sebaik-baik bentuk ini berputus asa?






Selasa, 22 Oktober 2013

Barokah


Adalah saat senyuman hadir disaat tangis dan duka serasa menghimpit,
juga saat dzikir dan istighfar terucap kala limpahan bahagia menyergap,

Barakah,,
yang menjadikan Ayyub mulia lagi tinggi dalam duka nestapa, karena mampu hadirkan sabar dihatinya
yang menjadikan Sulaiman miliki hati tawadlu dan tunduk penuh syukur saat kuasa dunia takluk

Allah memang tak pernah janjikan hidup selalu mudah dan mulia, karena iman pun tumbuh saat hadir ujian dan duka. Hidup ini tak sesederhana kisah negri dongeng, yang selalu berakhir bahagia selama-lamanya. Karena sedih dan duka ajarkan kita betapa berharganya rasa bahagia. karena pada keduanya hadir barokah, saat tawa, saat tangis. saat derita, pun saat berjaya. seperti Ayyub, seperti Sulaiman.

Barakallahu fiykum....,,
semoga Allah berkahi dirimu wahai saudaraku, atas senangmu juga dukamu.

Rabu, 28 Agustus 2013

good quotes :)

A good relationship is when two people accept each other’s past, support each other’s present, and love each other enough to encourage each other’s future. 
So don’t rush love. Find a partner who encourages you to grow, who won’t cling to you, who will let you go out into the world, and trust that you will come back. This is what true love is all about.” :)
( via ohlovequotes)

learn to love without condition, talk without bad intention, give without any reason, and most of all, care for people without any expectation.
(via qiulyana)

Search for a beautiful heart not a beautiful face.
Beautiful things are not always good but good things are always beautiful.
(via sunofislam)