Senin, 30 Januari 2012

Allah , He should be the most


Karena cinta adalah kata 'kerja', 
dan bukan sesuatu yang pasif. maka rasa cinta pada Allah harus selalu diusahakan. dijaga dan senantiasa ditumbuhkan :)
teringat ucapan AA Gym dalam suatu kesempatan:

 "bersandar pada tongkat, bisa patah. 
bersandar pada harta, bisa habis juga, 
bersandar pada tahta, pasti lengser.
 bersandar pada seseorang, suatu saat ia akan meninggal.
 Jadi, carilah sandaran yang paling kuat, yang paling perkasa, yang akan selalu mampu menjadi sandaran.
bersandar hanya pada Allah, karena Allah Dzat yang Maha kekal, Maha Perkasa, Maha mengetahui segala sesuatu,maha pengasih dan maha penyayang :)

Minggu, 11 Desember 2011

ikhlas: menyisakan tanda tanya???







bismillah,
ketika hati tergerak untuk menunaikan sebuah amalan, namun tiba-tiba terdengar bisikan 

"ah, ikhlaskah aku melakukannya? bukankah percuma saja jika amal yang ku lakukan ini tanpa dibersamai dengan keikhlasan? layaknya tumpukan demi yang nampak bermassa dan padat, namun hilang dalam sekejap ketika angin menghembusnya?"

"seribu yang ikhlas lebih baik daripada shadaqah satu juta namun tak ikhlas"
mungkin memang benar sekilas. tetapi......, jangan sampai kita rancu mengartikan kata "ikhlas" dengan "merasa ringan".

bisa jadi yang seribu terasa ikhlas karna mengeluarkannya terasa ringan baginya, sedang yang sejuta tak ikhlas karena berat mengeluarkannya untuk diinfaqkan.

teringat akan firman Allah
"Berangkatlah kamu baik dalam keadaan merasa ringan maupun berat, dan berjihadlah kamu dengan harta dan dirimu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui. " (QS. At Taubah:41)


berangkatlah... meski kamu merasa ringan, maupun berat....

sepenggal ayat ini mengingatkan kita pada para sahabat yang mulia, ketika turun ayat mewajibkan mereka untuk berperang melawan kaum musyrikin, 
meskipun dalam hati berat, benci dengan pertumpahan darah, 
namun...., karena cinta, ketaatan, dan iman yang menyala membuat mereka berangkat.

yah! berangkat, meskipun dalam keadaan ringan...maupun berat. 
lantas tidak ikhlaskah mereka?? tidak!! 
meski hati enggan, tapi raga bergerak, kaki tetap melangkah menyambut panggilan jihad. 
benar, ikhlas memang harus di perjuangkan. ikhlas memang harus diupayakan. 

ikhlas, bukanlah sesuatu yang pasif, bukan kata benda, tapi kata kerja.

karena mereka yakin,
karena keimanan yang membimbing mereka. karena bentuk cinta untuk menegakkan agama Allah yang mulia
membuat saya mengerti, keikhlasan itu,
tidak hanya melakukan sesuatu yang terasa ringan, namun juga berat bagi kita. dan  kita tetap melakukannya, karena mengharap ridhoNya, karena memenuhi perintahNya, itulah ikhlas yang diajarkan para sahabat Rasulullah yang mulia pada kita.


ikhlas, selalu menyisakan tanda tanya.
ah, tapi jika ikhlas adalah kata kerja,
maka yang harus kita lakukan adalah  Lakukan....!!! dan biarkan hikmah-hikmah yang tersingkat dalam perjalanan mengamalkan ini memperkokoh keikhlasan kita

Selasa, 01 November 2011

Agar Bisa menikmati Indahnya...

kehidupan memang memberikan kita banyak pilihan. dan masing-masing dari kita bebas menentukan pilihan yang mana yang akan kita ambil. tetapi, setiap keputusan dan pilihan kita, memiliki konsekuensi yang harus dipertanggung jawabkan. tidak hanya pada orang lain, ataupun pada diri sendiri. tetapi, pada yang memberi kita kehidupan ini.

saya rasa, semua orang pasti pernah merasa ragu atau bimbang dengan pilihannya. tetapi, yang mungkin bisa dilakukan adalah kembali berkaca pada hati, bercermin pada nurani, dan menyandarkannya pada ridho Ilahi.

manusia hanya bisa berikhtiar, karena mereka tertabir dari masa depan.
karena yang bisa memutuskan kebenaran hanyalah Allah SWT. semoga setiap langkah yang kita tempuh diridhoi olehNya.

sebuah notes yang mengingatkan saya, yang sering sekali khilaf. semoga dapat bermanfaat juga untuk kita semua, apapun pilihan hidup kita.

Bismillah.
Engkau hanya memerlukan kesadaran, bahwa yang engkau lakukan seluruhnya dalam dakwah ini adalah untuk Allah. Kerjamu untuk Allah. Keringatmu untuk Allah. Waktu yang engkau habiskan untuk Allah. Harta yang engkau alokasikan dalam dakwah adalah untuk Allah. Pikiran yang engkau curahkan untuk Allah. Tenaga yang engkau sumbangkan untuk Allah.

Berjalanmu dalam melakukan semua kegiatan, berangkat dan pulangnya, untuk Allah. Dudukmu dalam mengikuti rapat dan koordinasi, untuk Allah. Suaramu saat engkau menyampaikan pendapat dan pandangan, untuk Allah. Mengawali dan mengakhiri rapat dan semua pertemuanmu, untuk Allah. Program kerja yang engkau tunaikan, untuk Allah. Berlelah-lelahmu untuk Allah. Berpagi-pagimu untuk Allah. Bermalam-malammu untuk Allah.




Engkau hanya memerlukan kesetiaan, bahwa segala yang engkau pikirkan adalah untuk Allah. Segala yang engkau kerjakan adalah untuk Allah. Segala yang engkau rancang adalah untuk Allah. Segala yang engkau inginkan adalah ridha Allah.

Engkau tidak perlu memusingkan dirimu akan mendapatkan apa dalam jalan dakwah ini, karena itu urusan Allah. Engkau tidak perlu merisaukan posisimu seperti apa dalam organisasi dakwah karena telah diatur oleh Allah. Mungkin saja engkau mengetahui ada sebagian orang yang hasad kepadamu, kepada posisimu, kepada kedudukanmu, namun engkau telah menyerahkan semuanya kepada Allah. Engkau tidak perlu menyimpan rasa iri dengki atas posisi, kedudukan, jabatan, dan harta benda yang dimiliki saudaramu di jalan dakwah, karena engkau lebih menginginkan kedudukan mulia di sisi Allah.

Engkau tidak perlu resah memikirkan omongan dan sikap orang kepadamu, selama engkau selalu bersandar kepada Allah. Engkau tidak perlu menyibukkan diri untuk berharap-harap jabatan, posisi, kedudukan, kekuasaan tertentu dalam perjalanan dakwah, karena telah dikelola oleh Allah. Engkau tidak perlu menyibukkan diri untuk mencari-cari gemerlapnya pujian dalam mengemban amanah dakwah, karena segala puji hanyalah milik Allah.

Engkau hanya perlu menyibukkan diri untuk selalu membawa kesadaran Rabbaniyah dalam segala langkah. Engkau hanya perlu menyibukkan diri untuk selalu mengingat Allah dalam segala kegiatan. Engkau hanya perlu menyibukkan diri untuk memberikan kontribusi terbaik di jalan dakwah, dengan segala potensi dan kemampuan yang engkau miliki, karena Allah.

Engkau hanya perlu menyadari bahwa kemuliaan itu hanya milik Allah. Bukan pada jabatan, posisi, kedudukan, harta dan materi duniawi. Engkau hanya perlu memupuk dan menguatkan kecintaan kepada Allah, karena pada sisi Allah terdapat segala kekuatan dan kesempurnaan. Tidak ada orang terhina selama dia mendekat kepada Allah. Tidak ada orang mulia dalam menjauhi Allah.

Maka, resapilah setiap hari setiap saat, betapa nikmat berada di jalan dakwah ini. Karena proposalmu adalah kepada Allah, bukan kepada manusia. Proposalmu adalah kerja di jalanNya, bukan untuk posisi dunia.

Selamat menempuh jalan dakwah yang begitu nikmat, setiap waktu setiap saat.
(Ust. cahyadi Takariawan)
http://cahyadi-takariawan.web.id/?p=1799

Senin, 10 Oktober 2011

Yuks Shadaqah saudaraku...!


عَنْ أَبِي ذَرٍّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ : أَنَّ نَاساً مِنْ أَصْحَابِ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى الله عليه وسلم قَالُوا لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا رَسُوْلَ اللهِ، ذَهَبَ أَهْلُ الدُّثُوْرِ بِاْلأُجُوْرِ يُصَلُّوْنَ كَمَا نُصَلِّي، وَيَصُوْمُوْنَ كَمَا نَصُوْمُ، وَتَصَدَّقُوْنَ بِفُضُوْلِ أَمْوَالِهِمْ قَالَ : أَوَ لَيْسَ قَدْ جَعَلَ اللهُ لَكُمْ مَا يَتَصَدَّقُوْنَ : إِنَّ لَكُمْ بِكُلِّ تَسْبِيْحَةٍ صَدَقَةً وَكُلِّ تَكْبِيْرَةٍ صَدَقَةً وَكُلِّ تَحْمِيْدَةٍ صَدَقَةً، وَكُلِّ تَهْلِيْلَةٍ صَدَقَةً وَأَمْرٍ بِالْمَعْرُوْفِ صَدَقَةً وَنَهْيٍ عَن مُنْكَرٍ صَدَقَةً وَفِي بُضْعِ أَحَدِكُمْ صَدَقَةً قَالُوا : يَا رَسُوْلَ اللهِ أَيَأْتِي أَحَدُنَا شَهْوَتَهُ وَيَكُوْنُ لَهُ فِيْهَا أَجْرٌ ؟ قَالَ : أَرَأَيْتُمْ لَوْ وَضَعَهَا فِي حَرَامٍ أَكَانَ عَلَيْهِ وِزْرٌ ؟ فَكَذَلِكَ إِذَا وَضَعَهَا فِي الْحَلاَلِ كَانَ لَهُ أَجْرٌ .
[رواه مسلم]
Terjemah hadits / ترجمة الحديث :

Dari Abu Dzar radhiallahuanhu : Sesungguhnya sejumlah orang dari shahabat Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam berkata kepada Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam:

“ Wahai Rasululullah, orang-orang kaya telah pergi dengan membawa pahala yang banyak, mereka shalat sebagaimana kami shalat, mereka puasa sebagaimana kami puasa dan mereka bersedekah dengan kelebihan harta mereka (sedang kami tidak dapat melakukannya)”.


(Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam) bersabda : Bukankah Allah telah menjadikan sesuatu untuk kalian yang bisa kalian shadaqahkan?:




Sesungguhnya setiap tashbih (subhanallah) merupakan sedekah, setiap takbir (Allahu akbar) merupakan shadaqah, setiap tahmid (alhamdulillah) merupakan shadaqah, setiap tahlil (Laa ilaa ha ilallah) merupakan shadaqah, amar ma’ruf nahi munkar merupakan shadaqah dan bersetubuh dengan istri merupakan shadaqah. 


Mereka bertanya : “Ya Rasulullah apakah jika diantara kami menyalurkan hasrat biologisnya (kepada istrinya) juga mendapat pahala?”, 
beliau bersabda : “Bukankah jika ia menyalurkan pada yang haram itu berdosa? Maka demikian pula apabila ia menyalurkannya pada yang halal, maka ia juga akan mendapat pahala”. (Riwayat Muslim)

-------------

Subhanallah.., begitu dimudahkannya kita untuk bershadaqah. Jadi, gak ada alasan lagi untuk minder dengan keadaan kita. Baik kaya atau pun miskin, tetap memiliki kesempatan yang begitu luas untuk berlomba-lomba meraih cinta Allah. Yuk berfastabiqul Khoirots ^O^